Repelita Jakarta - Pernyataan keras pengamat intelijen dan militer Sri Radjasa Chandra terkait skandal dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali menyita perhatian publik di media sosial pada Sabtu (7/11/2026).
ADVERTISEMENT
Sorotan tajam tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @rahmangusdur__86_ melalui platform Threads dengan membagikan cuplikan tayangan wawancara blak-blakan Sri Radjasa Chandra.
Dalam unggahan tersebut, Sri Radjasa Chandra menegaskan bahwa penetapan tiga jenderal polisi sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap kepala negara bukanlah akhir dari pengusutan perkara.
Ia menilai lingkaran ring satu di sekitar presiden masih belum sepenuhnya bersih dari potensi penyusupan maupun ancaman intelijen yang membahayakan keamanan pimpinan nasional.
Sri Radjasa Chandra mengklaim terdapat seorang ketua umum partai politik papan atas yang turut terlibat dan disebut berada di kediaman kawasan Widya Candra sebelum operasi penggerebekan berlangsung.
Selain itu, ia melontarkan tudingan keras dengan menyebut mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai antek Presiden ke-7 Joko Widodo serta menantang siapa saja yang berani membantah pernyataannya.
"INI BUKAN GOSIP, INI TUDINGAN LANGSUNG DI DEPAN KAMERA. Sri Radjasa Chandra bicara blak-blakan di iNews. Menurutnya, tiga jenderal tersangka dugaan penyadapan terhadap Prabowo itu belum ujungnya. Ring satu presiden disebut belum clear. Dia mengklaim ada ketum parpol papan atas yang terlibat, yang disebut berada di rumah Widya Candra sebelum penggerebekan. Dia juga menyebut Listyo Sigit sebagai antek Jokowi dan menantang siapa pun yang membantah," tulis akun @rahmangusdur__86_.
Pada bagian lanjutan utasnya, akun tersebut juga menuliskan kritik Sri Radjasa Chandra mengenai institusi kepolisian yang dinilai berubah menjadi seperti polisi kolonial di era kepemimpinan sebelumnya serta sorotan soal keaslian ijazah.
"Polri disebut berubah jadi polisi kolonial di eranya. Soal ijazah, dia mengklaim ijazah asli tidak ada saat pelimpahan dan menuntut uji forensik independen. Kalau salah, bantah dengan bukti. Kalau benar, sikat sampai ke akar," lanjut unggahan tersebut.
Unggahan tersebut langsung memicu beragam komentar dari warganet yang ikut menyoroti keberanian pernyataan Sri Radjasa Chandra serta menebak-nebak sosok ketua umum partai politik yang disinggung.
"Pak Rajasa ini dari dulu berani bangetπππ ga pake inisial2 lagi. Begitu juga mantan komandannya yakni Soenarko kalo lagi maki2 Luhut gue yg denger ikut deg2anππππ," komentar akun @muke_gile_lu_nyet.
"Gak mungkin ketum partai gajah. Emang bisa apa partai itu.. heheh," tulis akun @kamaruddinelfathir.
"Dulu yang pertamakali memberi gelar RAJA JAWA,.... π€£π€£π π waduh ,... memang itu bisa jadi menteri karena diangkat,..... (ya udahlah,.. semua orang udah tahu,...... π€£π€£π π)," timpal akun @andradiandramayarezatyas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads