Berita, Nasional

Poros Politik Prabowo dan Jokowi Kian Retak Usai Skandal Penyadapan dan Fakta Sidang Ijazah Terbongkar

Repelita.net

07 November 2026 13:19 WIB • 319 view

Poros Politik Prabowo dan Jokowi Kian Retak Usai Skandal Penyadapan dan Fakta Sidang Ijazah Terbongkar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo kembali menjadi sorotan tajam menyusul mencuatnya skandal penyadapan kepala negara serta jalannya persidangan kasus ijazah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Analisis mendalam mengenai keretakan poros politik tersebut diulas oleh pembawa acara dalam tayangan kanal YouTube TZ yang diunggah pada Sabtu, 7 November 2026.

ADVERTISEMENT

Pembicara menyoroti pernyataan tegas Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Partai Gerindra Habiburokhman yang menekankan komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat dalam skandal penyadapan.

"Mau geng Solo mau geng Oslo, hukum ya hukum," ujar pembicara mengutip pernyataan politikus Partai Gerindra tersebut sebagai sinyal perpisahan politik di tahun kedua pemerintahan.

Dalam ulasannya, pembicara menilai posisi jaringan kekuasaan lama kian terpojok setelah mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditahan serta jalur logistik pertambangan nikel ilegal ditertibkan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan yang dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Rabu, 4 November 2026.

Selain menyoroti babak baru penyidikan kasus penyadapan oleh Kapolri Jenderal Suyudi, tayangan tersebut juga membedah sejumlah kejanggalan keterangan Joko Widodo saat hadir bersaksi dalam sidang terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifa.

Beberapa sorotan utama meliputi ketiadaan transkrip nilai resmi program sarjana, perbedaan tahun pelaksanaan kuliah kerja nyata, hingga kesalahan cetak asal sekolah menengah atas pada buku album alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada edisi Februari 1988.

Pembicara juga mempertanyakan pengakuan mengenai lamaran kerja di PT Kertas Kraft Aceh pada tahun 1985 yang dinilai bertolak belakang dengan jejak digital sejarah pembangunan fisik pabrik yang baru mulai beroperasi pada tahun 1989.

Di bagian lain, tayangan kanal YouTube TZ turut menyinggung kembali peringatan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer pada 4 Juni 2026 mengenai potensi eskalasi politik serta rekaman pernyataan pengamat politik Rocky Gerung tentang pola pencitraan sejak menjabat di Kota Solo.

"Situasi saja berubah, kebohongan terbongkar, LSP ditangkap, suket dibatalkan, mau apalagi gitu kalau bukan kejujuran yang dikedepankan ya repot," tegas pembicara menutup ulasannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung