Berita, Nasional

Jokowi Ditalak 3 Prabowo! "Mau Geng Solo Mau Geng Oslo, Hukum Ya Hukum!"

Repelita.net

07 November 2026 13:22 WIB • 448 view

Jokowi Ditalak 3 Prabowo! "Mau Geng Solo Mau Geng Oslo, Hukum Ya Hukum!"
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sinyal perpisahan politik atau talak tiga antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menjadi sorotan utama menyusul mencuatnya skandal penyadapan kepala negara serta jalannya persidangan kasus ijazah.

Dinamika keretakan hubungan politik di tahun kedua pemerintahan tersebut diulas oleh pembawa acara dalam tayangan kanal YouTube TZ yang diunggah pada Sabtu, 7 November 2026.

ADVERTISEMENT

Pembicara menyoroti sikap tegas kubu Partai Gerindra melalui pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun.

"Mau geng Solo mau geng Oslo, hukum ya hukum," ujar pembicara mengutip pernyataan tegas Habiburokhman terkait pengusutan skandal penyadapan yang menjerat mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam ulasannya, pembicara menilai posisi jaringan kekuasaan lama kian terjepit setelah Listyo Sigit Prabowo ditahan serta jalur logistik tambang nikel ilegal ditertibkan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan pimpinan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Rabu, 4 November 2026.

Selain membedah ketegasan Kapolri Jenderal Suyudi dalam mengusut jaringan pelaku penyadapan hingga ke akar-akarnya, tayangan tersebut juga mengulas kesaksian Joko Widodo dalam sidang terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Pembicara menyoroti sejumlah kejanggalan fakta persidangan, mulai dari ketiadaan transkrip nilai resmi program sarjana, perbedaan tahun kuliah kerja nyata, hingga kesalahan penulisan asal sekolah menengah atas pada buku album alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada edisi Februari 1988.

Selain itu, pengakuan mengenai riwayat melamar kerja di PT Kertas Kraft Aceh pada tahun 1985 turut dipertanyakan karena pabrik tersebut berdasarkan catatan sejarah baru mulai dibangun pada tahun 1985 dan beroperasi pada tahun 1989.

Tayangan kanal YouTube TZ juga mengingatkan kembali peringatan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer pada 4 Juni 2026 mengenai potensi eskalasi politik serta analisis pengamat politik Rocky Gerung tentang pola pencitraan sejak menjabat di Solo.

"Situasi saja berubah, kebohongan terbongkar, LSP ditangkap, suket dibatalkan, mau apalagi gitu kalau bukan kejujuran yang dikedepankan ya repot," tegas pembicara menutup ulasannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung