Repelita Jakarta - Gelombang sentimen negatif kini tengah menghantam keras reputasi seorang perwira tinggi militer menyusul beredarnya konten yang memicu perdebatan mengenai konsistensi sikap serta tanggung jawab moralnya sebagai pejabat publik.
Masyarakat memberikan perhatian khusus terhadap dugaan adanya perilaku kontradiktif yang ditunjukkan oleh sosok tersebut antara pernyataan bijak yang dilontarkan kepada media dengan tindakan nyata yang dirasakan oleh publik selama ini.
ADVERTISEMENT
Melalui unggahan yang viral pada 10 Mei 2026, akun @bachrum_achmadi menyampaikan keberatan mendalam serta mempertanyakan kejelasan penanganan perkara hukum yang hingga kini dianggap masih menyisakan banyak tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Ia melontarkan sindiran tajam yang langsung menyasar pada identitas sang perwira sembari mengingatkan kembali mengenai tragedi yang sempat mengguncang rasa keadilan nasional dengan menuliskan Lalu soal pembunuhan KM50 gmn ceritanya pak jenderal baliho? Ga usah nasehati org bos…loe sendiri payah! 🤣🤣👎👎
Kritik mengenai perbedaan karakter yang ditampilkan oleh pejabat negara ketika berada di hadapan publik dibandingkan dengan situasi di balik layar turut disuarakan secara lantang oleh akun @Fahrzl_ pada 10 Mei 2026.
Akun tersebut menggambarkan secara gamblang adanya dugaan kepalsuan sikap demi mempertahankan citra santun di mata masyarakat luas namun menyimpan perilaku yang sangat bertolak belakang dengan menuliskan Di depan awak media sok tenang, santun dan bijak. Di belakang awak media, keluar semua sumpah serapah. Ciri khas pejabat konoha.
Atmosfer kekecewaan di ruang digital terpantau semakin memanas dengan munculnya berbagai reaksi spontan dari warga net yang merasa sudah tidak lagi bisa mempercayai wibawa yang dibangun melalui perangkat baliho maupun pemberitaan media.
Akun @Wahyuabi1945Abi pada 10 Mei 2026 mengungkapkan kemarahannya dengan memberikan sebutan bernada negatif secara langsung sebagai representasi dari mosi tidak percaya terhadap kredibilitas perwira tersebut dengan mencuitkan jendral kampret tanpa penjelasan lebih lanjut.
Tuduhan mengenai peran strategis dalam sebuah peristiwa kelam di masa lalu juga kembali disuarakan oleh publik sebagai bentuk desakan agar transparansi hukum tetap dijaga sepenuhnya oleh pihak berwenang yang bertanggung jawab.
Hal ini dipertegas oleh akun @baco_djafa11377 pada 10 Mei 2026 yang memberikan label sangat spesifik terkait peristiwa tersebut kepada sang tokoh dengan menuliskan komentar yang cukup singkat yakni Sutradara KM50 sebagai bentuk protes keras.
Harapan agar penyelesaian berbagai kasus yang merugikan nama baik institusi segera dilaksanakan secara tuntas dan terbuka menjadi tuntutan utama yang bergulir deras dalam kolom komentar media sosial sepanjang hari tersebut.
Melalui akun @wamuham91952 pada 10 Mei 2026, masyarakat memberikan pesan tegas agar sang pejabat berhenti memberikan wejangan publik dan lebih fokus pada pembersihan masalah hukum pribadinya dengan menyatakan Beresin dulu tuh kasus..(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Lalu soal pembunuhan KM50 gmn ceritanya pak jenderal baliho?
— SiraitBatakDusun™️ (@bachrum_achmadi) May 10, 2026
Ga usah nasehati org bos…loe sendiri payah! 🤣🤣👎👎 pic.twitter.com/jICz8l1jOU