Berita, Nasional

Skandal Penyadapan Presiden, Usai Listyo Siapa Lagi Dikejar? Aktor Utama Pemberi Perintah Disorot!

Repelita.net

07 November 2026 22:38 WIB • 52 view

Skandal Penyadapan Presiden, Usai Listyo Siapa Lagi Dikejar? Aktor Utama Pemberi Perintah Disorot!
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Skandal dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama tiga jenderal polisi lainnya kini memicu sorotan tajam terkait siapa aktor utama pemberi perintah.

ADVERTISEMENT

Perburuan terhadap dalang intelektual di balik operasi pengintaian kepala negara tersebut dibahas mendalam dalam tayangan kanal YouTube Kompas TV Jawa Timur pada Sabtu (7/11/2026) bersama pembawa acara Dipo.

Dialog tersebut menghadirkan Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia Dedek Prayudi, serta Kepala Badan Intelijen Strategis TNI periode 2011 hingga 2013 Laksda TNI Purnawirawan Soleman Ponto.

Kamrussamad mendesak aparat kepolisian memeriksa seluruh jejaring relasi Listyo Sigit Prabowo selama hampir enam tahun menjabat sebagai Kapolri untuk mengungkap pihak eksternal maupun internal yang terlibat.

Menurutnya, relasi tersebut berpotensi mencakup kalangan pengusaha, kelompok oligarki, pihak asing, hingga oknum di dalam maupun di luar lingkaran kekuasaan pemerintahan saat ini.

Ia menilai penyadapan terhadap ring satu istana merupakan tindakan insubordinasi serius yang berpotensi mengguncang stabilitas nasional serta berkaitan dengan rangkaian aksi kerusuhan sebelumnya.

Senada dengan hal itu, Kepala BAIS TNI 2011-2013 Soleman Ponto menegaskan bahwa operasi ilegal mantan Kapolri tersebut bukan sekadar pelanggaran pidana biasa melainkan ancaman nyata terhadap keamanan negara dan presiden.

Soleman Ponto menyarankan pemerintah segera membentuk tim pencari fakta independen yang melibatkan unsur TNI, Badan Intelijen Negara, serta BAIS guna mendalami motif maupun aktor intelektual pemberi perintah.

Sementara itu, pengamat politik dan militer Universitas Nasional Selamat Ginting meyakini Presiden Prabowo Subianto sesungguhnya sudah mengantongi identitas pengguna informasi hasil penyadapan dari pengakuan tersangka.

"Saya memiliki keyakinan bicara politik itu bicara pertarungan, jadi sudah ada pengakuan dari tersangka Listyo Sigit Prabowo kepada Presiden Prabowo Subianto saya yakin itu, maka kemudian pernyataan dari Mensesneg itu juga sudah clear 100 persen presiden sudah tahu siapa user-nya," ujar Selamat Ginting.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengecam keras rumor yang menyeret namanya dalam skandal tersebut dengan menegaskan bahwa nomor pribadinya justru ikut menjadi korban penyadapan.

"Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap," kata Bahlil Lahadalia membantah isu pertemuan dirinya dengan para jenderal polisi sebelum penangkapan terjadi.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar turut mengecam tindakan penyadapan terhadap pemimpin tertinggi negara sebagai bentuk pembangkangan berbahaya yang tidak boleh dibiarkan.

Politikus Partai Gerindra Ferry Juliantono juga menyebut ulah mantan orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap pemerintahan yang sah serta mendukung penuh pengusutan dugaan makar.

Kemarahan serupa dilontarkan Ketua Gerakan Cinta Prabowo Kurniawan yang kecewa karena Listyo Sigit Prabowo tega mengorbankan marwah institusi kepolisian demi melayani kepentingan pihak pemesan informasi.

Menanggapi berbagai spekulasi yang mengaitkan Presiden ke-7 Joko Widodo serta Geng Solo, Ketua DPP PSI Dedek Prayudi meminta publik tetap menjaga disiplin narasi dan tidak melempar fitnah sebelum ada kesimpulan resmi dari penyidik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung