Repelita Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu memberikan penegasan tajam bahwa berbagai manuver politik untuk menggoyang kepemimpinan nasional sering kali ditunggangi oleh kepentingan para pelobi.
Dalam forum yang digelar pada Kamis, 7 Mei 2026 tersebut, ia mensinyalir adanya kelompok yang merasa terganggu oleh langkah berani pemerintah dalam melakukan penertiban terhadap berbagai aset berharga milik negara.
ADVERTISEMENT
Said Didu memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto yang secara konsisten berupaya mengambil alih puluhan juta hektar lahan produktif dari penguasaan pihak-pihak tertentu.
Ia menilai bahwa tindakan tegas tersebut merupakan langkah nyata dalam menjaga kekayaan sumber daya alam agar benar-benar dapat dimanfaatkan sepenuhnya demi kemakmuran serta kesejahteraan rakyat banyak.
Tokoh kritis ini juga meminta agar tim operasional yang bertugas di lapangan tidak gentar sedikit pun dalam menghadapi berbagai bentuk intimidasi serta teror dari oknum yang merasa kepentingannya terancam.
Menurut pandangannya, upaya menjatuhkan marwah pimpinan nasional merupakan strategi sistematis untuk menghentikan proses pembersihan birokrasi dari praktik mafia tanah dan pemburu rente yang selama ini merugikan negara.
Said Didu mendesak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh serta pengawalan ketat terhadap kebijakan penyelamatan aset negara agar tidak kembali jatuh ke tangan kelompok oligarki.
Ia menekankan bahwa keberanian pimpinan nasional dalam menata ulang penguasaan lahan adalah fondasi utama bagi terciptanya keadilan sosial dan kemandirian ekonomi bangsa di masa depan yang lebih cerah.
Pertemuan yang dihadiri jajaran purnawirawan militer ini sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara sipil dan pertahanan dalam menjaga keutuhan kedaulatan sumber daya nasional dari intervensi asing.
Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap narasi negatif yang sengaja dihembuskan oleh para pelobi ekonomi yang ingin mengalihkan fokus pemerintah dari agenda besar pemulihan aset negara tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok