Berita, Nasional

Okky Madasari Soroti Penutupan Jurusan: Budaya Bisa Jadi Mesin Ekonomi Bangsa

Repelita.net

10 May 2026 13:49 WIB • 697 view

Okky Madasari Soroti Penutupan Jurusan: Budaya Bisa Jadi Mesin Ekonomi Bangsa
Foto: Istimewa

Repelita Yogyakarta - Okky Madasari yang merupakan seorang sosiolog sekaligus sastrawan ternama memberikan tanggapan kritis mengenai rencana penutupan sejumlah program studi yang dianggap tidak memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia industri.

Pakar di bidang bahasa dan sastra tersebut memberikan penilaian bahwa kebijakan ini memiliki risiko besar dalam melemahkan kemampuan berpikir kritis serta merusak fondasi sosial budaya para generasi muda.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya beliau berpendapat bahwa aspek kebudayaan dan sastra harus diberikan ruang ekspresi yang jauh lebih luas agar setiap dinamika perubahan dalam masyarakat dapat terdokumentasi sebagai pendukung kedaulatan budaya nasional.

Alumnus dari program studi Hubungan Internasional UGM ini memandang bahwa jurusan-jurusan humaniora yang menjadi perbincangan tersebut sebenarnya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan tuntutan dunia kerja saat ini.

Dalam pandangannya bahasa serta kebudayaan memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan roda perekonomian nasional jika dikelola dengan strategi yang tepat dan visioner.

Beliau memberikan rujukan nyata pada fenomena global seperti popularitas K-Pop maupun tren lagu daerah dari Jawa dan Indonesia Timur yang kini sedang mendominasi pasar hiburan.

Terkait keberhasilan promosi budaya tersebut beliau memberikan penjelasan pada Minggu (10/5/2026) bahwa, "Korea memiliki bargaining position sehingga banyak kajian dan program studi yang mempelajarinya, di UGM juga ada. K-Pop adalah salah satu contoh bagaimana distribusi dan promosi budaya berhasil menjadi penyokong utama ekonomi negara."

Berdasarkan perspektif tersebut peran sastra dan bahasa dianggap sangat krusial dalam menjalankan diplomasi internasional demi memperkuat posisi tawar Indonesia di hadapan negara-negara lain.

Berbagai hasil karya budaya nusantara sudah seharusnya mampu memosisikan Indonesia secara strategis dalam peta perdagangan dunia sebagai jati diri bangsa yang kuat.

Sebagai negara dengan kekuatan terbesar di Asia Tenggara Okky meyakini bahwa produk kebudayaan asli tanah air memiliki potensi luar biasa untuk memacu pertumbuhan ekonomi negara.

Namun tantangan utama yang harus dihadapi saat ini adalah bagaimana merumuskan cara yang paling efektif agar identitas budaya Indonesia dapat diperkenalkan dan diterima lebih luas secara global.

Mengenai aturan berbahasa beliau memiliki keyakinan bahwa bahasa tidak selayaknya dibakukan secara kaku karena cara penggunaan bahasa mencerminkan dinamika sosial yang sedang terjadi.

Bahasa menurut beliau tidak seharusnya dikekang oleh regulasi yang ketat melainkan dibiarkan mengalir mengikuti perkembangan teknologi serta tren komunikasi yang digunakan oleh para pemakainya.

Hal tersebut dipertegas dalam pernyataannya yang menyebutkan, “Bahasa di media sosial itu menggambarkan cara generasi hari ini berkomunikasi. KBBI harus terus merekam kosakata baru, terus memperbarui bahasa, termasuk istilah-istilah yang diciptakan di media sosial. Kebaruan itulah yang menjadi bagian dari kekayaan bahasa.”

Lebih mendalam beliau juga menyampaikan bahwa bahasa sudah sepatutnya bersifat dinamis agar dapat diaplikasikan dengan tepat sesuai dengan situasi serta kondisi pembicaraan.

Penerapan bahasa Indonesia yang terlalu baku pada konteks yang tidak sesuai justru akan menimbulkan kesan yang aneh dan menjauhkan penyampaian informasi dari kenyataan yang ada.

Setiap penutur bahasa diharapkan mampu menempatkan diri dalam memilih gaya bahasa yang tepat baik saat menyusun tulisan ilmiah seperti esai maupun karya kreatif seperti puisi dan cerpen.

Sebagai penutup beliau menekankan pentingnya fleksibilitas konteks dalam berkomunikasi dengan menyatakan, “Kalau di media sosial, bahasa tidak harus baik dan benar. Setiap bahasa bisa dipakai di berbagai situasi dan kondisi, tergantung pada konteksnya.”.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung