Berita, Nasional

Mayoritas Parpol Dingin Respons Skenario Prabowo-Gibran Dua Periode, Jamiluddin Ritonga Sebut Kinerja Wapres Masih Minim Prestasi Hanya Golkar yang Menyatakan Dukungan Tegas

Repelita.net

25 June 2026 02:04 WIB • 1,079 view

Mayoritas Parpol Dingin Respons Skenario Prabowo-Gibran Dua Periode, Jamiluddin Ritonga Sebut Kinerja Wapres Masih Minim Prestasi Hanya Golkar yang Menyatakan Dukungan Tegas
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Upaya Joko Widodo untuk menyodorkan skenario Prabowo-Gibran agar kembali berduet untuk periode kedua tampaknya belum mendapatkan sambutan hangat dari mayoritas partai politik di parlemen.

Hanya Partai Golkar yang terlihat teguh memberikan dukungan, sementara partai-partai lain di Senayan lebih memilih untuk bersikap hati-hati dan fokus pada suksesi kepemimpinan Prabowo Subianto saat ini.

ADVERTISEMENT

Dari enam partai ini hanya Golkar yang secara tegas menyatakan dukungan kepada Prabowo-Gibran. Sementara partai lainnya hanya memberi dukungan kepada Prabowo saja, ujar pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, Rabu (24/6/2026).

Jamiluddin mencatat bahwa selain Gerindra yang belum bersuara, PDIP juga menutup rapat pintu diskusi mengenai kontestasi Pilpres 2029 karena dinilai masih terlalu dini untuk dibahas.

Menurutnya, Prabowo telah membuktikan kapabilitas kerjanya, terutama dalam sektor pertanian yang berhasil membawa Indonesia kembali mencapai swasembada beras.

Bahkan dalam waktu singkat kinerja Prabowo di bidang pertanian tampak nyata. Setidaknya Indonesia berhak menyandang swasembada padi (beras). Ini tentu prestasi, karena dalam sejarah Indonesia baru dua kali terjadi swasembada beras, yaitu di era Soeharto dan Prabowo, terangnya.

Sebaliknya, ia menyoroti minimnya capaian kinerja Gibran Rakabuming Raka selama menjabat sebagai Wakil Presiden, meski sering melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah.

Hal yang sama juga terlihat dari layanan pengaduan Lapor Mas Wapres. Masyarakat tidak mengetahui berapa banyak pengaduan yang mendapat solusi, ungkap Jamiluddin.

Ketidakjelasan output dari berbagai agenda kerja Gibran membuat publik sulit menilai kontribusi nyata putra sulung Jokowi tersebut dalam pemerintahan.

Jadi, wajar kiranya bila banyak partai hanya memberi dukungan dua periode kepada Prabowo. Apalagi dalam sejarah Indonesia, penentuan Wapres memang lebih banyak diserahkan kepada capresnya, pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung