Berita, Nasional

Mahfud MD Sebut Listyo Sigit Kapolri Terburuk dalam Sejarah?! dan Soroti Nama Gibran Tak Tersentuh Sadapan

Repelita.net

07 November 2026 21:43 WIB • 64 view

Mahfud MD Sebut Listyo Sigit Kapolri Terburuk dalam Sejarah?! dan Soroti Nama Gibran Tak Tersentuh Sadapan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melontarkan kritik pedas dengan menyebut mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri terburuk sekaligus terjahat dalam sejarah menyusul terungkapnya skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Sorotan tajam mengenai rekam jejak eks Kapolri tersebut sekaligus kejanggalan luputnya nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari daftar target penyadapan disampaikan Mahfud MD dalam potongan video singkat di kanal YouTube pada Sabtu, 7 November 2026.

Dalam perbincangan itu, Mahfud MD menyindir keras pernyataan politikus Partai Gerindra Habiburokhman di masa lalu yang sempat memuji Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri terbaik dalam sejarah.

"Nah sekarang rasain saya bilang ini polisi terbaik apa terjahat ini gak ada Kapolri yang sejahat ini," ujar Mahfud MD menanggapi status tersangka eks pimpinan kepolisian tersebut.

Ia menegaskan bahwa skandal ini jauh melampaui kejahatan biasa di tubuh kepolisian karena langsung menyasar kepala negara tanpa prosedur sah, izin pengadilan, maupun perintah atasan.

"Dulu Polri banyak yang jahat tapi kan kriminal umum yang mereka lakukan bukan kejahatan terhadap kepala negara ini kejahatan terhadap kepala negara," tegas Mahfud MD.

Selain sepakat dengan dorongan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono agar perkara ini dikuliti hingga ke akar-akarnya, Mahfud MD juga menyoroti keanehan daftar sasaran penyadapan.

Ia mempertanyakan mengapa di tengah ribuan nomor tokoh masyarakat dan pejabat negara yang disadap, nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka maupun Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo sama sekali tidak tersentuh operasi ilegal tersebut.

Di bagian akhir pernyataannya, Mahfud MD mendesak agar pembersihan dilakukan secara menyeluruh baik di institusi kepolisian di bawah kendali Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto maupun di panggung politik oleh parlemen.

"Saya berharap gerakan untuk menyelesaikan Gibran secara politik karena ini sudah terbukti tidak memenuhi syarat itu supaya terus diproses dari DPR biar urusan Kapolri ini secara hukum sudah jelas dia akan kena biar serahkanlah kita percayakan kepada Pak Suyudi dan kawan-kawan serta Pak Presiden Prabowo," pungkas Mahfud MD.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung