Berita, Timur Tengah

IRGC Iran Ancam Beri Pelajaran Militer Amerika di Selat Hormuz Usai Insiden Baku Tembak Sengit Terjadi

Repelita.net

10 May 2026 21:24 WIB • 847 view

IRGC Iran Ancam Beri Pelajaran Militer Amerika di Selat Hormuz Usai Insiden Baku Tembak Sengit Terjadi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kembali menebar ancaman serius dengan memerintahkan seluruh kapal komersial di Selat Hormuz untuk menjauh dari armada tempur Amerika Serikat.

Peringatan keras tersebut disiarkan melalui frekuensi radio internasional VHF16 pada Jumat, 8 Mei 2026, menyusul terjadinya kontak senjata hebat antara Teheran dan Washington di kawasan Teluk sehari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Dalam rekaman audio yang dikantongi media internasional, otoritas militer Iran secara provokatif memberikan pernyataan tegas bahwa mereka terkadang perlu memberi pelajaran kepada para yankee.

Arahan dari Teheran ini memaksa kapal-kapal internasional yang berada di sisi utara Selat Hormuz untuk mengubah haluan dan bergeser mendekati wilayah Dubai demi menghindari zona pertempuran laut.

Situasi keamanan di jalur energi dunia ini semakin kritis setelah Iran mengancam akan melancarkan serangan terhadap setiap kapal yang berani melintasi wilayah tersebut tanpa izin resmi dari IRGC.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa tiga kapal perusak militer mereka berhasil menembus blokade meski berada di bawah serangan rudal dan tembakan musuh pada Kamis malam.

Sebagai balasan, komando pusat militer Amerika atau CENTCOM segera melancarkan serangan udara yang menghantam sejumlah fasilitas peluncuran drone serta gudang rudal balistik milik militer Iran.

Laporan dari The Atlantic memberikan analisis mendalam mengenai posisi Washington yang kini terjepit dalam konflik tanpa akhir, di mana Trump mendapati dirinya dalam jebakan, di mana tidak ada jalan maju maupun mundur; ia lelah dan kelelahan akibat perang dengan Iran.

Kondisi ini diperparah dengan pandangan dari Quincy Institute yang menilai bahwa ketahanan asimetris Teheran menjadi bukti nyata bahwa perang dengan Republik Islam menunjukkan berakhirnya keunggulan Amerika di panggung global.

Sementara itu, Pemimpin Agung Sayyid Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa strategi perlawanan aktif telah berhasil menguras sumber daya militer Gedung Putih secara signifikan melalui perang atrisi yang berkepanjangan.

Hingga saat ini, ketegangan di Timur Tengah terus membara seiring dengan kegagalan jalur diplomatik dalam meredam ambisi militer kedua negara yang kini berisiko memicu krisis energi dunia secara masif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung