Repelita Jakarta - Pendakwah Habib Rizieq Shihab menyoroti keras fenomena pejabat negara yang saling membongkar rahasia dan menyandera satu sama lain di tengah ramainya isu dugaan penyadapan komunikasi Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara pengajian yang cuplikannya diunggah melalui kanal YouTube pada Sabtu, 7 November 2026, lengkap dengan visual bernada provokatif bertuliskan isu pejabat saling bongkar rahasia serta telpon presiden disadap.
Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa kerusakan tata kelola negara saat ini berakar dari banyaknya pemangku kebijakan yang memiliki aib masa lalu sehingga mudah ditekan oleh lawan politiknya.
"Ini negara kita nih rusak sekarang karena banyak pejabatnya punya rahasia dipegang lawan politik, jadi kalau memutuskan suatu keputusan, 'Awas lu enggak setuju gua buka nih rahasia lu, awas lu enggak setuju gua buka nih dokumen lu, awas lu enggak setuju sama putusan ini lu enggak mau ikut, nanti korupsi lu gua bongkar, nanti lu punya selingkuhan gua bongkar, nanti lu minum di sana judi di sini gua bongkar'," ujar Habib Rizieq Shihab.
Praktik saling mengancam dengan membuka dokumen maupun skandal pribadi tersebut dinilai membuat para pejabat dan wakil rakyat kehilangan nyali untuk menyuarakan kebenaran.
"Hancur ini negeri saudara, akhirnya pejabat-pejabat tadi, wakil-wakil rakyat sekalipun saudara, mau bicara hak takut, mau bicara benar takut karena disandera," tegasnya.
Menurutnya, kerentanan terhadap ancaman pembongkaran aib semacam itu terjadi karena para tokoh tersebut gagal menjaga kebersihan riwayat hidupnya sejak masih muda.
Ia mengingatkan bahwa di era digital saat ini, segala bentuk kemaksiatan seperti korupsi, perjudian, perzinahan, maupun minuman keras sangat mudah direkam dan disimpan sebagai senjata politik di kemudian hari.
Bahkan, ia menyinggung fenomena mandeknya pemberantasan korupsi di Tanah Air akibat aparat maupun elite yang sama-sama tersandera kasus sehingga saling mengunci untuk tidak saling menangkap.
Selain menyoroti praktik saling bongkar rahasia di kalangan elite, Habib Rizieq Shihab juga mengkritik tajam ketimpangan vonis hukum antara rakyat kecil dengan koruptor kelas kakap yang merugikan negara ratusan triliun rupiah.
Untuk itu, ia menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar berani bertindak tegas membersihkan negara dari praktik korupsi dan tidak gentar menghadapi tekanan kelompok oligarki maupun manuver politik yang berusaha melemahkannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok