Berita, Nasional

[GEGER] Sudaryono Klaim 60 Persen Konten Internet Digerakkan Robot yang dikendalikan oligarki, Kritik Prabowo Disebut Tak Murni Aspirasi Publik

Repelita.net

23 September 2026 23:31 WIB • 89 view

[GEGER] Sudaryono Klaim 60 Persen Konten Internet Digerakkan Robot yang dikendalikan oligarki, Kritik Prabowo Disebut Tak Murni Aspirasi Publik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyoroti fenomena arus percakapan di ruang digital saat ini.

Ia menilai aktivitas warganet di jejaring sosial tidak lagi sepenuhnya dimotori oleh manusia asli.

ADVERTISEMENT

Bahkan, Sudaryono secara terbuka mengklaim lebih dari enam puluh persen konten internet digerakkan robot otomatis.

Pernyataan kontroversial tersebut disampaikannya melalui sebuah rekaman video pada akun TikTok miliknya.

Video itu dipublikasikan secara terbuka ke ruang publik pada hari Selasa, 22 September 2026.

Ia memaparkan kondisi tersebut menjadi tantangan besar lantaran tren perbincangan publik kehilangan objektivitas.

Topik yang mendadak viral di dunia maya dinilainya sama sekali tidak mencerminkan suara riil masyarakat.

Pola komunikasi massa kini telah bergeser akibat masifnya infiltrasi akun otomatis atau bot media sosial.

“Yang menjadi tantangan bagi kita, yang menjadi masalah bagi kita, yang menjadi sesuatu hal yang negatif yang harus kita lawan adalah topik-topik yang dibahas orang-orang ini dulu isinya orang,” kata Sudaryono.

Lonjakan popularitas sebuah isu buatan tersebut disinyalir sengaja diciptakan untuk menggiring opini publik tertentu.

“Namun sekarang ini mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang. Sehingga apa yang ramai di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang,” ujarnya.

Manipulasi tren internet tersebut dimanfaatkan pihak tertentu demi mengangkat narasi khusus agar menjadi pusat perhatian.

“Hari ini mau ramaiin apa itu. Kemudian yang bukan orang, yang namanya robot ini akun palsu ini itu kemudian menguasai topik-topik yang ingin mereka naikkan,” katanya.

Lebih lanjut, Sudaryono menghubungkan fenomena robot digital itu dengan masifnya gelombang kritik terhadap Presiden Prabowo.

Ia meyakini sebagian besar hujatan di dunia maya sebenarnya bukan aspirasi murni masyarakat luas.

“Jadi, Pak Prabu dihujat itu yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena ramai dia ikut menghujat,” ujar Sudaryono.

Di sisi lain, berbagai program positif pemerintah justru luput dari sorotan dan sepi perbincangan warganet.

Ia mencontohkan kebijakan pengangkatan guru honorer yang sukses bertransformasi menjadi status kepegawaian resmi.

“Tapi orang tuh enggak bahas. Misalnya guru honorer tahun ini diangkat jadi P3K. PKK paruh waktu dijadikan penuh waktu, yang penuh waktu dipertimbangkan jadi ASN tidak ramai,” katanya.

Capaian penegakan hukum di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga luput dari apresiasi luas warganet.

Sudaryono mengingatkan publik mengenai keberhasilan aparat menangkap sejumlah buronan kasus korupsi kakap.

“Eh, koruptor yang belum pernah ditangkap sekarang di era Pak Prabo ditangkap,” ucapnya.

Berbagai terobosan strategis tersebut membuktikan komitmen kepemintahan nasional berada di jalur yang benar.

“Apa yang dilakukan oleh presiden kita ini sudah benar,” kata Sudaryono.

Masyarakat luas diimbau agar tidak mudah terseret arus provokasi digital yang sengaja ditebar pihak tak bertanggung jawab.

Ruang percakapan publik tidak boleh dibiarkan berada di bawah kendali jaringan akun palsu otomatis.

“Jangan sampai kita ini kalah yang mengendalikan robot-robot itu,” ujar Sudaryono.

Ia melontarkan tudingan keras bahwa jaringan robot otomatis tersebut digerakkan oleh sekelompok lingkaran kekuasaan gelap.

Kelompok tersebut dituding berupaya menjatuhkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan oligarki korup.

“Semua robot-robot itu itu semua dikendalikan oleh oligarki oligarki koruptor-koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo itu kemudian terus bisa memimpin bangsa ini,” katanya.

Seluruh elemen pendukung pemerintah diminta bangkit melawan narasi negatif yang mendiskreditkan kebijakan negara.

“Maka kita tidak boleh diam. Setuju apa tidak setuju? Kita tidak boleh diam,” ujar Sudaryono.

Ia membakar semangat para pendukung untuk berdiri tegak membela kepemimpinan nasional dari rongrongan kekuatan luar.

“Kita harus tegakkan kepala, busungkan dada. Kita mela ini Pak Prabo yang benar. Pak Prabo tidak takut sama siapapun, tidak takut sama asing, tidak takut sama tidak takut sama oligarki,” lanjutnya.

Pidato penutup tersebut diakhiri dengan seruan revolusi mental guna memberantas dominasi akun otomatis di internet.

“Kita mulai revolusi, kita mulai perubahan, kita mulai kita lawan itu hak asasi robot itu dari Jawa Tengah,” kata Sudaryono. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung