Berita, Nasional

Dokter Tifa Ngamuk Dituduh Pengecut dan Mengaku Tolak Tawaran Damai Rp50 Miliar Kasus Ijazah Jokowi

Repelita.net

09 August 2026 17:50 WIB • 549 view

Dokter Tifa Ngamuk Dituduh Pengecut dan Mengaku Tolak Tawaran Damai Rp50 Miliar Kasus Ijazah Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Terdakwa kasus tudingan dokumen pendidikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, meluapkan kejengkolannya lantaran dituduh melarikan diri dari pusaran perkara tersebut.

Melalui akun X pribadinya pada Sabtu (8/8/2026), Dokter Tifa menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki niat untuk mengambil jalur damai.

ADVERTISEMENT

"Jika saya mau berdamai dengan Joko Widodo, akan saya terima tawaran itu jauh-jauh hari," kata dokter Tifa, dikutip dari akun X pribadinya, Sabtu (8/8/2026).https://x.com/DokterTifa

Ia membongkar keberadaan penawaran penyelesaian perkara di luar persidangan yang disertai nominal bernilai fantastis.

"Saya buka transparan ini."

"Tawaran Restorative Justice kepada saya lengkap dengan paket Rp 50 M!" ujarnya.

"Apakah saya ambil?"

"Tidak!" tegasnya.

Pernyataan keras dilontarkan guna menepis sangkaan negatif yang ditujukan atas langkah politik dan pribadinya.

"Lalu kalian masih bilang saya mundur, saya pengecut, saya pengkhianat."

"Bagaimana sih pikiran kalian?" katanya.

Keputusan berpindah fokus dari perdebatan tersebut diambil lantaran menganggap kewajibannya secara akademis telah tuntas seiring dikabulkannya keberatan hukum.

"Perjuangan saya selesai dengan eksepsi saya diterima dan saya bebas."

"Karena itu saya katakan: saya hijrah," tegasnya.

Perhatian utamanya kini diarahkan pada serangkaian persoalan krusial di bidang medis serta situasi geopolitik global.

"Ancaman kesehatan yang makin meledak, teknologi vaksin yang harus diawasi, senjata biologis yang menjadi bagian dari Perang Dunia III," ujarnya.

"Gangguan mental massal yang bikin banyak bunuh diri dan pembunuhan sadis, masalah geopolitik, sosial, kesejahteraan, status gizi buruk, angka infeksi yang meledak," katanya.

Kendati telah mengalihkan fokus perjuangan, upaya perlawanan hukum tetap disiapkan begitu status kebebasannya kembali mendapat ancaman pembatalan.

"Sekarang, ketika status bebas saya terancam dibatalkan, ya tentu saya harus melawan, dong," tegasnya.

Masa kebebasan yang dirasakan secara singkat memaksa dirinya kembali bersiap menghadapi tahapan sidang lanjutan.

"Harus saya lawan dong."

"Dengan apa?"

"Ya dengan fasilitas hukum yang ada mulai dari praperadilan."

"Maka saya mengajukan praperadilan!" tegas Tifa.

"Diizinkan Mahkamah Agung maka insyaAllah Rabu, 12 Agustus 2026 saya berjuang lagi di sidang," katanya.

Ia menagih kepedulian konkret dari para simpatisan yang selama ini mengaku berdiri di barisan pendukungnya.

"Kalian bantu saya apa selama ini?"

"Beli buku saya kek."

"Borong buku biar saya tenang berjuang tanpa mikir dengan apa saya membiayai perjuangan ini," ujarnya.

Sikap kritis dilayangkan kepada pihak-pihak yang dinilainya sekadar memberikan komentar tanpa aksi nyata di lapangan.

"Jangan cuma jadi komentator bola di lapangan seakan jadi si paling berjuang," katanya.

"Bantu beli buku kagak."

"Datang temani saya bersidang kagak."

"Menghujat paling duluan," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung