Berita, Nasional

[BREAKING NEWS] Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026, Pemerintah Tunggu Hasil Sidang Isbat

Repelita.net

10 May 2026 13:56 WIB • 906 view

[BREAKING NEWS] Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026, Pemerintah Tunggu Hasil Sidang Isbat
Foto: Istimewa

Repelita Yogyakarta - Organisasi Muhammadiyah secara resmi telah mengumumkan bahwa perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.

Keputusan krusial ini diambil melalui perhitungan teknis menggunakan metode hisab astronomi global yang kini menjadi standar dalam sistem Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut Muhammadiyah menetapkan bahwa tanggal 1 Zulhijah 1447 H akan dimulai pada Senin, 18 Mei 2026 sehingga pelaksanaan kurban diperkirakan berlangsung pada 27 Mei.

Pihak Muhammadiyah memberikan penjelasan bahwa kebijakan ini berpatokan pada Parameter Kalender Global yang berfungsi sebagai instrumen utama dalam menentukan awal bulan Hijriah di tingkat internasional.

Mekanisme sistem ini mengedepankan prinsip visibilitas bulan sabit atau hilal yang berlaku secara global tanpa terikat oleh batas-batas teritorial wilayah negara mana pun di dunia.

Ditinjau dari aspek astronomi fenomena ijtimak atau konjungsi antara Matahari dan Bulan sebagai tanda masuknya bulan Zulhijah akan terjadi pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.

Akan tetapi saat momen tenggelamnya Matahari pada hari tersebut diketahui belum ada satu pun wilayah di permukaan bumi yang mampu memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan dalam PKG.

Syarah teknis pertama mewajibkan posisi Bulan berada pada ketinggian minimal 5 derajat dengan sudut elongasi setidaknya 8 derajat sebelum pergantian waktu internasional pukul 24.00 UTC.

Data menunjukkan bahwa parameter kedua juga tidak menemukan adanya wilayah di daratan benua Amerika yang sanggup melampaui syarat astronomis tersebut setelah melewati batas waktu tengah malam.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa peristiwa ijtimak terjadi sebelum fajar menyingsing di wilayah Selandia Baru sehingga penentuan awal Zulhijah tidak memungkinkan untuk ditarik ke tanggal 17 Mei 2026.

Lantaran dua indikator utama tersebut belum tercapai maka pihak Muhammadiyah memutuskan untuk menggeser ketetapan awal bulan Zulhijah mundur ke tanggal 18 Mei 2026.

Langkah penetapan jadwal hari besar keagamaan jauh hari sebelumnya ini dipandang sangat bermanfaat bagi umat Islam untuk mengatur kesiapan pelaksanaan ibadah kurban serta agenda sosial keagamaan.

Di sisi lain pihak Kementerian Agama Republik Indonesia juga telah mengagendakan pelaksanaan sidang isbat guna menentukan awal Zulhijah 1447 H pada hari Minggu, 17 Mei 2026 nanti.

Pertemuan penting yang berlokasi di Auditorium H.M. Rasjidi Jakarta tersebut akan mempertemukan unsur pemerintah bersama organisasi kemasyarakatan Islam beserta para pakar falak dan astronomi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad memberikan keterangan bahwa pemerintah tetap konsisten menerapkan kombinasi metode hisab dan rukyat dalam mengambil keputusan resmi.

Dalam penjelasannya beliau menyampaikan bahwa, “Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah.”

Abu Rokhmad memaparkan bahwa data hasil perhitungan hisab dimanfaatkan untuk memetakan proyeksi posisi hilal sementara kegiatan rukyat menjadi sarana validasi melalui pengamatan langsung di lapangan.

Beliau kembali menegaskan prinsip dasar yang dianut pemerintah dengan menyatakan, “Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan.”

Berdasarkan hasil rapat awal persiapan sidang isbat Kemenag mencatat bahwa posisi hilal pada akhir bulan Zulkaidah secara teoretis sebenarnya sudah memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Abu Rokhmad menginformasikan bahwa ketinggian hilal terpantau telah berada di atas 3 derajat dengan sudut elongasi melebihi 6,4 derajat yang secara sains sudah mencukupi syarat minimal.

Meskipun demikian kepastian hukum mengenai awal Zulhijah secara kenegaraan baru akan diputuskan setelah laporan pengamatan hilal diterima dan dibahas dalam sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung