Arab Saudi

[BREAKING NEWS] Selamat Ginting Sebut Listyo Sigit Hanya Operator Penyadapan Prabowo dan Duga Jokowi Sebagai Pengguna Akhir

Repelita.net

07 November 2026 14:35 WIB • 235 view

[BREAKING NEWS] Selamat Ginting Sebut Listyo Sigit Hanya Operator Penyadapan Prabowo dan Duga Jokowi Sebagai Pengguna Akhir
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri sekaligus mantan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan bagian dari operasi politik yang mengarah pada dugaan makar dan kudeta merangkak.

ADVERTISEMENT

Analisis tajam mengenai jejaring penyadapan serta dugaan keterkaitan dengan penguasa sebelumnya tersebut dibahas dalam dialog antara pembawa acara Akbar Faizal dengan pengamat politik dan militer Selamat Ginting di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang tayang pada Kamis, 5 November 2026.

Selamat Ginting mengungkapkan bahwa perangkat penyadap canggih produk Israel seperti Pegasus hingga Predator yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pertahanan dan penegakan hukum negara justru disalahgunakan oleh jaringan perwira tinggi di luar prosedur sah.

Ia menyoroti penolakan Presiden Prabowo Subianto terhadap pengajuan ajudan dari kepolisian di awal masa pemerintahannya, termasuk sosok Irjen Ahrie Sonta Nasution, sebagai indikasi kewaspadaan kepala negara terhadap potensi penyusupan di lingkaran dalam istana.

"Ini adalah kudeta merangkak yang sudah dilakukan," tegas Selamat Ginting mengaitkan operasi penyadapan tersebut dengan isu lama mengenai skenario masa jabatan presiden dua hingga tiga tahun serta polemik putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi terkait syarat pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Selamat Ginting, hasil pemeriksaan terhadap para tersangka penyadapan akan membuktikan bahwa Jenderal Listyo Sigit Prabowo hanya berperan sebagai kepala operator yang bekerja melayani kepentingan pihak luar di luar kepala negara aktif.

"Saya kira patut diduga usernya adalah penguasa lama dalam hal ini mantan Presiden Jokowi, mau ke mana dia, kepada siapa dia, patut diduga," ujar Selamat Ginting.

Sementara itu, Akbar Faizal membeberkan kronologi penangkapan para jenderal tersangka pada dini hari tanggal 3 November 2026 yang bermula dari terungkapnya penyalahgunaan perangkat sadap di kediaman kawasan Widya Chandra serta laporan seorang perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi yang menolak perintah penghapusan barang bukti.

Akbar Faizal juga menyoroti ketimpangan sistem merit di tubuh kepolisian selama lima tahun terakhir serta informasi dari komunitas intelijen mengenai adanya pengerahan jaringan organisasi kemasyarakatan yang berpotensi memicu konflik horizontal menjelang sidang kesaksian Joko Widodo.

Menutup perbincangan, Selamat Ginting mendesak Presiden Prabowo Subianto segera melakukan pembersihan menyeluruh di ring satu istana dan perombakan kabinet, serta meminta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mencopot perwira tinggi yang terafiliasi dengan jaringan lama sekaligus menjatuhkan pemecatan tidak dengan hormat disertai pencabutan bintang jasa terhadap para pelaku pengkhianatan negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung