Arab Saudi, Berita, Nasional

Rustam Effendi: Jokowi Tidak Akan Hadir di Pengadilan, Ijazahnya Dibuat Aktivis

Repelita.net

26 July 2026 20:06 WIB • 1,335 view

Rustam Effendi: Jokowi Tidak Akan Hadir di Pengadilan, Ijazahnya Dibuat Aktivis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Polemik terkait dokumen kelulusan akademik mantan kepala negara jokowi kembali memanas usai pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh rustam effendi.

Tersangka kasus pencemaran nama baik tersebut dengan penuh keyakinan menyebut bahwa sang mantan presiden dipastikan mangkir dari panggilan ruang sidang.

ADVERTISEMENT

Keyakinan tersebut didasari oleh asumsi pribadi bahwa dokumen kelulusan milik sang kepala negara dirancang secara khusus oleh pihak lain di masa lalu.

"Jadi saya sudah memprediksi bahwasannya Jokowi itu tidak akan hadir dalam persidangan gitu loh," ujarnya.

Tudingan keras pun diarahkan secara langsung kepada sejumlah pihak yang disebut-sebut terlibat dalam pembuatan berkas ijazah tersebut.

"Karena apa? Karena kan yang buat itu Eko. Eko Sulistyo, Eko Panjul. Eko aktivis PKI. Jadi sampai kapanpun Jokowi gak akan hadir," ucapnya.

Posisi hukum sang mantan pemimpin nasional dalam perkara ini dipandang bukan sebagai pihak yang dirugikan melainkan subjek yang harus bertanggung jawab.

"Nah hari ini kan Jokowi selalu bilang, saya ini korban, korban dari kita ini. Jokowi itu bukan korban, Jokowi itu pelaku kejahatan. Jokowi itu harus ditahan, ditangkap. Eko Sulistyoo, Pratikno harus ditangkap," tukasnya.

Desakan agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan terpisah yang telah didaftarkan di markas besar kepolisian terus disuarakan tanpa henti.

"Kalau polisi mau memeriksa laporan kami di Bareskrim, selesai kasus ini. Jokowi pasti ditangkap dan diadili," tegasnya.

Pertemuan tidak sengaja dengan pihak pelapor di gedung penyidikan sempat mewarnai perjalanan proses hukum yang sedang ditempuh saat ini.

"Saya di Bareskrim ketemu dengan Lechumanan. Lecumanan ketemu saya, saya tegur, Bang Ecul, oh iya Bang Rustam, waduh selamat Bang Rustam menang, saya bingung juga apa yang menang," terangnya.

Pandangan berbeda disampaikan terkait putusan sela pengadilan yang justru dinilai menguntungkan pihak pelapor karena memotong jalur pembuktian.

"Nah, terus saya bilang begini sama Lecu, bukannya lo yang menang. Kalau begini kan Jokowi kan gak hadir di pengadilan gitu kan. Artinya lo menang," jelasnya.

Tekad bulat bersama rekan sejuangnya ditegaskan bakal terus digelorakan guna menguji keabsahan dokumen akademik yang dipersoalkan melalui jalur hukum.

"Nah, kami-kami ini bertiga, saya, Kang Rizal, dan Ibu Kurnia. Kami siap bertarung di pengadilan bersama dengan tim Taka untuk membongkar ijasa palsu Jokowi yang dibuat oleh Eko Panjul," timpalnya.

Ajakan terbuka diserukan kepada berbagai elemen masyarakat agar bergabung dalam barisan perjuangan membongkar polemik tersebut secara tuntas.

"Hari ini juga ada Mbak Ita, terima kasih Mbak Ita hadir. Mudah-mudahan bisa bergabung dengan kami," tandasnya.

Peluang bagi sang mantan presiden untuk membuktikan keaslian berkas kelulusannya dinilai sudah tertutup rapat berdasarkan keterangan para saksi.

"Untuk membongkar ijasa palsu Jokowi, yang dimana kawan Mbak Ita juga mengakui kalau dia ikut bersama Eko. Jadi tidak ada lagi peluang Jokowi untuk menyatakan ijazah dia itu asli," kuncinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung