Berita, Nasional

Supertanker Iran Lolos Blokade AS Menuju Riau Saat Kapal Pertamina Masih Terjebak di Selat Hormuz

Repelita.net

07 May 2026 22:27 WIB • 922 view

Supertanker Iran Lolos Blokade AS Menuju Riau Saat Kapal Pertamina Masih Terjebak di Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Batam - Sebuah kapal supertanker milik National Iranian Tanker Company (NITC) dilaporkan berhasil menembus barikade Amerika Serikat dan kini tengah berlayar menuju perairan Kepulauan Riau Indonesia.

Keberhasilan kapal tanker asal Iran ini melintasi jalur laut internasional memicu perhatian luas mengingat armada milik Pertamina justru hingga kini masih tertahan di kawasan Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pantauan koordinat terkini kapal pengangkut minyak raksasa tersebut sedang melewati Selat Lombok dan terus bergerak menuju arah Kepulauan Riau guna melanjutkan misi pelayarannya.

Sesuai dengan target operasionalnya kapal tersebut direncanakan akan melakukan lego jangkar di wilayah Selat Malaka untuk melaksanakan proses transfer muatan minyak mentah ke kapal lain.

Muatan energi fosil tersebut nantinya akan diteruskan menuju China setelah menempuh rute yang lebih jauh demi menghindari blokade militer Amerika Serikat yang sangat ketat di jalur utama.

Kapal tanker ini membawa pasokan minyak dalam jumlah besar yang diperkirakan mencapai 1,9 juta barel dengan nilai ekonomi mencapai angka fantastis yakni sekitar Rp 3,8 triliun.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memberikan tanggapan resmi dengan menyatakan bahwa aktivitas lintas laut kapal Iran tersebut masih berada dalam koridor regulasi yang sah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa Indonesia menjunjung tinggi hukum navigasi internasional sembari tetap melakukan pengawasan secara intensif melalui jalur-jalur diplomatik.

"Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus melakukan koordinasi internal, dan memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional," kata Yvonne pada Selasa 5 Mei 2026.

Yvonne juga memberikan kepastian bahwa pihak kementerian akan terus memantau pergerakan kapal asing tersebut dan menjalin komunikasi aktif terkait keberadaannya di wilayah kedaulatan perairan Indonesia.

Pemerintah secara resmi telah mencatat seluruh laporan mengenai kehadiran kapal tanker tersebut guna memastikan tidak ada pelanggaran hukum laut yang terjadi selama mereka melintas di nusantara.

"Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat," ucap dia saat memberikan penjelasan mengenai perkembangan situasi keamanan laut nasional tersebut.

Di sisi lain ketidakpastian masih menyelimuti nasib dua kapal tanker milik Pertamina yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro yang hingga saat ini belum mendapatkan izin untuk meninggalkan Teluk Persia.

Kedua kapal tersebut tertahan di tengah konflik regional karena otoritas Iran belum memberikan lampu hijau untuk melintas meskipun kapal dari negara tetangga seperti Malaysia telah diperbolehkan lewat.

Pada Sabtu 18 April 2026 lalu pihak kementerian menyatakan bahwa koordinasi dengan KBRI Tehran dan Pertamina International Shipping terus diupayakan secara maksimal guna mencari jalan keluar terbaik.

Prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan keamanan seluruh personel di atas kapal serta menjaga keselamatan aset negara beserta seluruh muatan minyak mentah yang diangkutnya.

"Keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya menjadi prioritas pemerintah Indonesia saat ini," ujar Yvonne menutup keterangannya terkait upaya diplomasi yang sedang ditempuh.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung