Repelita Jakarta - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, angkat bicara membantah tudingan bahwa dirinya pernah meminta unit motor Ducati Scrambler dari seorang pegawai kementerian bernama Irvian Bobby Mahendro, yang dikenal dengan julukan Sultan Kemnaker.
Dalam persidangan perkara korupsi pemerasan terkait sertifikasi K3 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Kamis (7/5/2026), Noel memberikan keterangan berbeda mengenai asal-usul motor tersebut.
ADVERTISEMENT
Noel menjelaskan bahwa awal mula kisah ini berawal dari obrolan ringan dan santai seputar dunia otomotif, di mana saat itu Bobby mengetahui hobi berkendara Noel.
“Waktu itu dia cerita, ‘Pak Wamen hobi motor ya?’ Saya bilang saya enggak hobi motor. Beberapa minggu kemudian, temannya Bobby terus ngajakin saya coba motor. Katanya, ‘Pak, cobain dulu. Kalau nggak cocok balikin lagi’,” tutur Noel di ruang sidang.
Tidak lama setelah percakapan tersebut, Noel mengaku menghubungi Bobby kembali untuk memastikan apakah tawaran motor itu sungguh-sungguh atau hanya basa-basi belaka.
“Beberapa minggu kemudian saya telepon Bobby, ‘Motormu jadi kamu kasih ke saya?’ Dia jawab, ‘Ya sudah Pak, kirim alamatnya’,” ujar Noel menirukan respons Bobby saat itu.
Berdasarkan pengakuannya, Noel dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya yang meminta rekomendasi atau jenis motor tertentu kepada sang pegawai.
Ketika jaksa penuntut mengkonfirmasi ulang soal siapa penggagas pemberian motor tersebut, apakah dari Noel atau dari Bobby, mantan wamen itu menjawab dengan lugas, “Bobby ngasih.”
Noel juga mengaku buta terhadap dunia otomotif sehingga ia sama sekali tidak mengetahui merek motor yang akan diberikan kepadanya.
Karena ketidaktahuannya itu, ia terkejut bukan kepalang ketika motor tersebut tiba di depan rumahnya dan ternyata memiliki ukuran badan yang sangat besar.
“Ternyata motornya besar, saya jatuh,” kata Noel menggambarkan kejadian saat ia pertama kali mencoba mengendarai motor tersebut di lingkungan rumahnya.
Lebih lanjut, Noel mengaku keberatan lantaran motor bekas pakai pemberian Bobby itu tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan yang sah.
“Saya juga kaget karena motor itu tidak ada suratnya. Saya bilang, bagaimana mau dipakai kalau enggak ada surat-suratnya,” ujar Noel mengeluhkan kondisi administrasi kendaraan tersebut.
Menurut keterangan Noel, Bobby kemudian menawarkan diri untuk membantu mengurus semua dokumen kendaraan dan meminta data pribadi milik Noel untuk keperluan administrasi.
Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Noel karena ia sudah tidak nyaman dan tidak ingin memakai motor besar yang tidak memiliki kelengkapan surat tersebut.
Dalam persidangan sebelumnya pada 20 April 2026, Bobby memberikan kesaksian yang justru bertolak belakang dengan pernyataan Noel saat ini.
Ketika itu, Bobby yang dijuluki Sultan Kemnaker menyebutkan bahwa justru Noel lah yang secara aktif meminta satu unit motor merek Ducati kepada dirinya, bukan sebaliknya tawaran dari Bobby.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok