Berita, Nasional

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Bahlil Disorot karena Lama Bungkam

Repelita.net

20 September 2026 21:54 WIB • 85 view

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Bahlil Disorot karena Lama Bungkam
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Misteri besar kini tengah menyelimuti internal Partai Golkar pasca mencuatnya isu pengunduran diri salah satu kader seniornya dari jajaran kepengurusan pusat.

Sikap bungkam yang ditunjukkan oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai kebenaran informasi penyerahan jabatan tersebut.

ADVERTISEMENT

Ketidakjelasan sikap dari sang nakhoda partai berlambang pohon beringin ini dicurigai menyimpan sebuah rahasia yang sengaja ditutupi dari pengawasan publik luas.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, secara terbuka mempersoalkan keputusan pasif sang ketua umum yang terkesan menghindari pemberian klarifikasi resmi kepada media.

Kecurigaan publik semakin menguat setelah adanya pernyataan sepihak dari Sekretaris Jenderal partai yang mengeklaim surat pengunduran diri tersebut sebetulnya sudah ada sejak enam bulan lalu.

Menurut evaluasi dari lembaga swadaya tersebut, apabila penonaktifan struktural itu benar terjadi sesuai lini masa yang diklaim, manajemen partai tidak punya alasan untuk menutupinya.

"Kalau Bahlil masih bungkam soal status Nusron itu pasti ada apa-apanya tuh. Padahal kalau benar Nusron mundur enam bulan lalu, Bahlil dan Golkar tidak punya beban lagi," kata Muslim, Minggu, 20 September 2026.

Lebih lanjut, analisis pergerakan sipil mengendus adanya ketidakwajaran karena pembelaan dari internal organisasi baru mencuat pasca timbulnya operasi senyap lembaga antirasuah.

Komisi Pemberantasan Korupsi sebelumnya telah mengamankan sejumlah oknum serta tumpukan koper berisi uang tunai bernilai fantastis terkait suap pemecahan hak guna bangunan pertanahan.

"Yang menjadi dugaan publik, Nusron masih anggota atau pengurus Golkar. Makanya Bahlil jadi kikuk. Bacaan publik Bahlil dan Golkar dianggap lindungi Nusron dan terduga koruptor," ujarnya.

Masyarakat sipil kini mencium adanya skenario pembelaan sepihak demi menyelamatkan reputasi partai di tengah pusaran kasus dugaan korupsi yang menyeret instansi agraria nasional.

"Bungkamnya Bahlil ini menyimpan misteri soal keberadaan Nusron di Golkar. Bisa jadi Nusron masih anggota atau pengurus Golkar. Saat kejadian OTT soal BPN yang seret nama Nusron baru diakui mundur. Enam bulan lalu? Aneh saja," tuturnya.

Dirinya mendesak transparansi total dari tim pimpinan pusat demi menghentikan spekulasi liar yang dapat mencederai kredibilitas penegakan hukum dan iklim demokrasi ke depan.

"Kalau mundur dari Golkar? Kenapa enggak ada berita dan pengumuman. Terlihat antara Ketum Golkar, Bahlil dan Sekjen Golkar sedang bersandiwara bela Nusron?" tanya Muslim.

Sebelumnya, jajaran sekretariat partai berdalih bahwa berkas administrasi pelepasan jabatan struktural tersebut sudah diserahkan secara tatap muka langsung kepada ketua umum di markas besar.

Meski dilaporkan telah menanggalkan posisi strategis sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian, sang tokoh senior dikonfirmasi masih memegang status keanggotaan aktif partai.

Di pihak lain, rangkaian pembongkaran skandal suap sertifikat tanah komersial di Kabupaten Bogor tersebut sejauh ini telah menyeret delapan orang ke dalam daftar tersangka komisi antirasuah.

Nusron Wahid secara terpisah menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif terhadap seluruh rangkaian proses hukum serta memfasilitasi kebutuhan data penyidik di gedung merah putih. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung