Berita, Timur Tengah

Buka Data Mengerikan Konflik Iran: Sanders Tuding Trump dan Netanyahu Dalang Krisis Kemanusiaan

Repelita.net

07 May 2026 20:05 WIB • 721 view

Buka Data Mengerikan Konflik Iran: Sanders Tuding Trump dan Netanyahu Dalang Krisis Kemanusiaan
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Senator Amerika Serikat Bernie Sanders melontarkan tuduhan keras bahwa Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah dalang utama di balik krisis kemanusiaan yang melanda Timur Tengah.

Sanders membuka data mengerikan dari konflik berkepanjangan yang telah merenggut ribuan nyawa sebagai bukti kegagalan kebijakan kedua pemimpin tersebut.

ADVERTISEMENT

"Cukup sudah perang tanpa akhir dari Trump dan Netanyahu," tegas Sanders melalui pernyataan resmi di platform X pada Selasa (5/5/2026).

Dalam paparannya, politisi senior itu membeberkan fakta mencengangkan bahwa Iran menjadi wilayah paling babak belur dengan 3.375 tewas dan lebih dari 26.500 luka-luka.

Lebanon menyusul dengan angka memilukan, 2.702 warga meninggal dunia dan 8.311 lainnya merasakan pedihnya luka-luka.

Negara-negara Teluk tidak luput dari amukan perang, mencatat 28 tewas serta lebih dari 289 orang terluka akibat serangan yang meluas.

Di pihak Israel sendiri, sebanyak 26 warganya tewas dan 7.791 orang harus menjalani perawatan medis pasca serangan balasan.

Pasukan Amerika Serikat yang menjadi bagian dari koalisi penyerang justru ikut menuai pahitnya konflik dengan 13 tentara gugur dan 381 personel militer luka-luka.

Tragedi kemanusiaan ini berawal dari serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Iran yang tidak tinggal diam membalas dengan keras, sekaligus melumpuhkan jalur logistik global di Selat Hormuz.

Pakistan sempat berjasa menjadi penengah dengan menggelar perundingan damai di Islamabad pada 8 April, namun gagal membuahkan hasil jangka panjang.

Kebijakan kontradiktif Trump yang memberlakukan blokade laut terhadap Iran sejak 13 April justru memperkeruh suasana.

Padahal sebelumnya ia telah mengumumkan masa gencatan senjata tanpa batas waktu, sebuah langkah yang dinilai Sanders tidak konsisten dan kacau.

Blokade tersebut disebut para pengamat bukan hanya melumpuhkan ekonomi Iran, tetapi juga menjadi pemicu gesekan militer langsung yang berbahaya.

Jika tidak segera dihentikan, konflik ini berpotensi meledak menjadi perang terbuka yang lebih luas di kawasan Teluk yang selama ini rawan api pertempuran (*)

Editor: 91224 R-ID Elokok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung