Repelita Jakarta - Kasus dugaan penggunaan identitas kemahasiswaan palsu dalam sebuah acara deklarasi pemuda kini memicu kontroversi panas di ruang publik.
Sorotan tajam mengenai adanya skenario rekayasa dukungan politik dari figur gadungan tersebut ramai diperbincangkan di platform jejaring sosial Threads baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
Langkah klarifikasi resmi telah dilakukan oleh pihak internal organisasi kampus guna meluruskan polemik pencatutan atribut jas almamater universitas secara sepihak.
Informasi mengenai pertemuan tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @shapiirah.
"KLARIFIKASI SARI PUTRI ‼️‼️ @kbm_ubsi.dws dan alumni UBSI semalem ketemu sari dan dia udah klarifikasi. penjelasan lengkapnya bisa kalian liat di ig kbm ubsi dewi sartika. udah deh anjir kata gue mah sekarang PLEASE STOP SEWA ORANG BUAT JADI MAHASISWA GADUNGAN DEMI BANGUN NARASI YANG KALIAN MAU. rakyat udah gak bego, ya. dikira kita semua gampang dibodoh-bodohin sampai bisa disuruh percaya sama skenario yang entah dibuat buat kepentingan siapa?" tulis akun @shapiirah pada postingan tertanggal 31 Oktober 2026.
Unggahan mengenai praktik penyewaan aktor bayaran demi kepentingan propaganda politik itu langsung memicu reaksi ketidakpuasan mendalam dari netizen.
Para pengguna media sosial menyayangkan posisi masyarakat rentan yang kerap dijadikan alat mobilisasi massa tanpa memahami konsekuensi hukum di baliknya.
"Lagi - lagi masyarakat kelas bawah yg jadi korban, Sari & Dino menerima pekerjaan sebagai aktor & aktris bayaran, tanpa mengetahui konsekuensinya, mereka juga tidak paham & kemungkinan besar tidak mengikuti dinamika politik yg terjadi di Indonesia. Namun sekarang mereka dijadikan sebagai target & sasaran kemarahan, sementara aktor intelektual sesungguhnya kemungkinan besar tidak akan terungkap. Dino & Sari akan terus bermunculan, they're just a pawn, easy to replace." ketik akun @januariusrudy dalam kolom komentar.
"bukannya gue tega..harusnya kali ini bikin laporan menyebar berita bohong. pokoknya walaupun hasil sidang hukumannya cuma 1 minggu di bui tapi biar jadi pelajaran siapapun agar tidak mau dibayar untuk pura-pura jadi mahasiswa..." desak akun @dedenfitriadi.
"betul setuju.. law enforcement di negara ini tuh rendah sekali. Rendah dalam artian, terlalu dikooptasi penguasa." timpal akun @ahda_g.
"SIAPAKAH ORG YG TDK DIKENAL YG KASIH ALMET ITUHHH?????🤪🤪🤪" tanya akun @calclyn penasaran.
"AH SUKA PURA” TIDAK TAHU 🤪🤪🤪 @poldametrojaya" pungkas akun @kunto_ro_agung menyentil aparat kepolisian daerah.
Munculnya fenomena keterlibatan figuran bayaran ini dinilai publik memperburuk iklim demokrasi serta merusak integritas gerakan kepemudaan nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads