Berita, Nasional

[VIRAL] Oki Setiana Dewi Terima Ancaman Usai Jadi Saksi Kunci Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry

Repelita.net

26 April 2026 23:14 WIB • 1,020 view

[VIRAL] Oki Setiana Dewi Terima Ancaman Usai Jadi Saksi Kunci Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pendakwah Oki Setiana Dewi mendapat ancaman serius usai dirinya disebut menjadi saksi kunci dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Syekh Ahmad Al Misry terhadap para santrinya .

Hal itu diungkapkan oleh Habib Mahdi yang menyatakan bahwa pihak Syekh Ahmad Al Misry melakukan berbagai bentuk teror untuk membungkam para saksi dan pihak-pihak yang berani menentangnya .

ADVERTISEMENT

Ia mengungkapkan bahwa Oki Setiana Dewi yang juga ikut mendalami kasus tersebut mendapat ancaman langsung dari asisten Syekh Ahmad Al Misry yang bernama Alif .

Alif diduga tidak segan-segan meminta bantuan kepada anak-anak Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir untuk melacak keberadaan dan kediaman Oki Setiana Dewi .

"Ustadzah Oki itu dapat ancaman minggu kemarin. Melalui Alif, asisten Syekh Ahmad Al Misry, meminta kepada anak-anak Indonesia di Mesir untuk melacak di mana alamatnya, di mana rumahnya," pungkas Habib Mahdi mengungkapkan modus intimidasi tersebut .

Peran Oki Setiana Dewi dinilai sangat penting dalam mengungkap dugaan kasus pelecehan seksual di bawah umur karena ia diketahui sempat menemui langsung para korban untuk mendengarkan kesaksian mereka .

"Ustazah Oki ini wawancara dengan korban, salah satu korban," ujar keterangan dari sejawat Abi Makki yang mengetahui langsung keterlibatan Oki dalam kasus ini .

Dalam hasil pertemuan Oki Setiana Dewi dengan para korban, ia segera menghubungi dan melaporkan temuannya kepada rekan-rekan ustaz yang lain untuk ditindaklanjuti .

"Ustazah Oki itu langsung sampaikan ke kami, simpel jawabannya, 'ternyata dia belum sembuh'," terang Ustaz Abi Makki menirukan pernyataan Oki setelah bertemu dengan korban .

Tak hanya Oki Setiana Dewi, pihak Syekh Ahmad Al Misry juga diduga melakukan teror terhadap kubu Habib Mahdi yang selama ini vokal mengkritisi kasus tersebut .

Ancaman itu didapat saat seorang saksi diduga dipaksa untuk memberikan keterangan palsu bahwa mereka ditekan oleh kubu Habib Mahdi di kediaman Kiai Khalil Nafis .

"Waktu tabayun di kediaman Kiai Khalil Nafis itu, Kang Rasyid itu dibilang, 'saya bunuh kamu.' Dan nggak lama kemudian Kang Rasyid meninggal dunia," tutur Habib Mahdi mengisahkan rentetan teror yang mengerikan .

Rentetan teror yang terus berlangsung ini menjadi peringatan keras bagi pihak Syekh Ahmad Al Misry, di mana Habib Mahdi menegaskan akan menambah laporan kepolisian jika praktik intimidasi terus berlanjut .

Ia juga akan menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam upaya penghalangan proses hukum terhadap tersangka .

Sebelumnya Syekh Ahmad Al Misry telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual oleh Bareskrim Polri setelah melalui proses penyidikan yang panjang .

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa penetapan tersangka dengan inisial SAM dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO usai gelar perkara .

"Penyidik telah menetapkan saudara SAM sebagai tersangka," ujar Trunoyudo dalam konferensi pers pada Jumat (24/4/2026) .

Penyidik juga menyampaikan perkembangan perkara kepada pelapor melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterbitkan pada tanggal 22 April 2026 .

"Penyidik telah melakukan proses penyidikan oleh Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri," sambungnya menjelaskan proses hukum yang berjalan .

Syekh Ahmad Al Misry sebelumnya dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 28 November 2025 .

Kuasa hukum korban Benny Jehadu yang sekaligus bertindak sebagai pelapor menyampaikan bahwa jumlah korban pelecehan Syekh Ahmad Al Misry lebih dari satu orang dengan rentang waktu yang panjang .

Benny Jehadu mengatakan bahwa para korban mengalami trauma psikologis yang sangat mendalam atas kejadian yang menimpa mereka selama bertahun-tahun .

Tak hanya itu Benny juga menyampaikan bahwa aksi bejat tersebut dilakukan oleh tersangka dalam rentang waktu sekitar tahun 2017 hingga 2025 tanpa henti .

"Memang ada beberapa korban yang berbeda waktunya. Ada yang 2017, 2018, sampai ada yang 2025. Tapi beda-beda waktunya," terang Benny Jehadu mengungkapkan fakta memilukan tersebut .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung