Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Menteri Keceplosan Akui Rupiah Terlemah Cerminkan Ekonomi, Langsung Lempar ke BI

Repelita.net

24 October 2026 22:54 WIB • 82 view

[VIRAL] Menteri Keceplosan Akui Rupiah Terlemah Cerminkan Ekonomi, Langsung Lempar ke BI
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan mengenai nilai tukar rupiah yang disebut mendekati Rp18.000 per dolar AS menjadi sorotan setelah beredar unggahan di media sosial pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Akun X @P3gEl menilai penyebutan angka tersebut mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Dalam unggahannya, akun tersebut juga menyoroti respons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ketika mendapat pertanyaan mengenai pelemahan rupiah.

ADVERTISEMENT

“Sepertinya dia keceplosan dengan menyebut dolar 18.000 ribu adalah mencerminkan keadaan ekonomi Indonesia saat ini, dicecer berarti rupiah terlemah sepanjang sejarah adalah cerminan ekonomi, langsung gelagapan dan selalu bilang tanya BI. Terimakasih pak menteri udah jujur😁”

Unggahan yang dipublikasikan pada pukul 07.56 WIB itu memperoleh 5.696 tayangan berdasarkan angka yang tercantum dalam tangkapan layar. Sejumlah pengguna media sosial kemudian memberikan tanggapan terhadap pernyataan tersebut.

Dalam percakapan yang sama, Muhammad Said Didu turut menyoroti persoalan itu dengan menulis, “Kita tanya pak @prastow”. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun X miliknya.

Perbincangan mengenai nilai tukar rupiah juga memunculkan beragam reaksi dari warganet. Sebagian menyoroti kebijakan pemerintah, sementara lainnya mempertanyakan dampak pelemahan mata uang terhadap kondisi perekonomian nasional.

Meski demikian, angka Rp18.000 per dolar AS yang disebut dalam unggahan tersebut perlu dibedakan dari kurs resmi pada waktu tertentu. Untuk memastikan kondisi aktual rupiah, diperlukan data nilai tukar berdasarkan catatan resmi Bank Indonesia.

Pergerakan rupiah menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar karena dapat memengaruhi biaya impor, beban pembayaran utang luar negeri, serta harga sejumlah barang di dalam negeri. Namun, penilaian terhadap kondisi ekonomi nasional tidak dapat hanya didasarkan pada satu indikator tanpa mempertimbangkan faktor lainnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung