Berita, Nasional

Ichsanuddin Noorsy: Pasar Modal Indonesia Menjadi Tempat Cuci Uang Korupsi dan Dikte Finansial Amerika Serikat

Repelita.net

24 October 2026 21:56 WIB • 99 view

Ichsanuddin Noorsy: Pasar Modal Indonesia Menjadi Tempat Cuci Uang Korupsi dan Dikte Finansial Amerika Serikat
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Ketergantungan ekonomi nasional yang terlampau akut terhadap arus masuk perputaran modal asing dinilai sangat berbahaya karena membuat kedaulatan finansial rentan didikte institusi finansial global.

ADVERTISEMENT

Pernyataan lugas mengenai rapuhnya fondasi pasar modal tersebut diungkapkan oleh pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy dalam program Rakyat Bersuara di kanal YouTube RakyatBersuara.

Dalam ulasan diskusi tersebut Ichsanuddin Noorsy memaparkan kelemahan struktural pada lantai bursa saham domestik akibat maraknya dugaan penyalahgunaan dana serta indikasi pencucian uang dari kasus korupsi korporasi besar.

Ichsanuddin Noorsy menegaskan bobroknya integritas bursa saham dalam negeri lewat ucapan pada kasus Jiwar dan Sabri duit yang dikorup dari jiwa Sari dan Srabi masuk ke pasar modal kalau gitu pasar modal tempat cuci uang dong indonesia lagi dikerjain.

Ia menambahkan bahwasanya intervensi asing melalui lembaga Morgan Stanley Capital International atau MSCI sengaja digunakan sebagai instrumen geopolitik barat untuk menekan serta mengontrol kebijakan ekonomi negara berkembang.

Guncangan pada pasar modal dinilai tidak terlepas dari kepentingan korporasi raksasa Amerika Serikat seperti Vanguard dan BlackRock untuk menahan laju proses dedolarisasi global agar mata uang mereka tetap mendominasi.

Kondisi tersebut diperparah oleh penurunan daya beli kelompok masyarakat kelas menengah di dalam negeri serta anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga mencapai sembilan koma lima persen sepanjang periode berjalan.

Pemerintah diimbau untuk bersikap lebih tegas menghadapi infiltrasi standar regulasi asing dan segera mengalihkan fokus pembangunan ekonomi berbasis kekuatan pasar domestik yang berorientasi penuh pada kesejahteraan rakyat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung