Repelita Jakarta - Insiden penghadangan fisik oleh oknum petugas keamanan berpakaian preman terhadap seorang wanita di area unjuk rasa memicu reaksi keras publik.
ADVERTISEMENT
Peristiwa intimidasi siber tersebut terjadi saat situasi demonstrasi bertajuk Indonesia Sadar tengah berlangsung pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2026.
Informasi mengenai dugaan represi personal tersebut sebelumnya disebarluaskan secara natural melalui publikasi akun jejaring sosial @neofiz_23.
Wanita yang tengah berjalan seorang diri menuju arah bundaran itu dilaporkan dihalang-halangi jalannya oleh dua orang yang diduga bertindak sebagai intel.
Pengunggah konten menyertakan laporan kronologi kejadian yuridis secara orisinil bersumber dari saksi Ennyrahmita guna meminta perlindungan hukum dari instansi terkait.
Isi postingan dari unggahan orisinil tersebut membeberkan narasi deskripsi tertulis persis apa adanya yang berbunyi Ada cewek jalan sendiri ke arah Bundaran di halang2in sama 2 Intel ini sampai kayak gini. Mungkin kalau ga kita liatin udah lebih keras tuh dorongnya. Tolong amankan kakak nya @lbh_jakarta.
Pihak pemilik akun juga melontarkan desakan bagikan pesan serta kabar darurat mengenai adanya korban luka tembak di wilayah lain.
Ia menambahkan dua lembar teks pernyataan tersemat persis berbunyi Tolong share ges Kalau kakaknya selamat sampai tujuan, aku hapus postingan nya Sudah ada rakyat jogja kena tembak.
Unggahan yang menggalang 88 ribu tayangan itu seketika dibanjiri respons kecaman warga siber, termasuk ungkapan kejengkelan dari akun @xxiavey.
Netizen tersebut menuangkan kekesalan psikologis persis tanpa perubahan teks sedikit pun yang berbunyi disgusting 2 beraninya sama cewek yang sendirian terus.. siapapun tolong kulitin identitas 2 anomali ini.
Kritik tajam bernada makian atas lemahnya fungsi pengamanan terhadap kaum perempuan dikirimkan secara berani oleh pengguna internet @hanii_0cha23.
Akun tersebut menuliskan tanggapan lisan persis berbunyi APARAT DONGO PEREMPUAN MASIH AJA DIHADANG SENDRIIAN MASIH AJA DIKHAWATIRIN.
Riuhnya polemik di kolom komentar ditutup oleh refleksi kerinduan sang pemilik konten akan hadirnya momentum reformasi total ketatanegaraan.
Ia menuliskan sebuah keluh kesah penutup secara persis berbunyi Demo kayak 98 kapan ya kak Udah muak banget 🥺.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads
View on Threads