Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menilai kinerja kabinetnya selama dua tahun terakhir cukup membanggakan. Namun, penilaian tersebut berbanding terbalik dengan aksi mahasiswa yang turun ke jalan membawa lima tuntutan utama.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @abangtv.id pada Jumat, 30 Oktober 2026. Unggahan itu mempertanyakan mengapa berbagai persoalan masih terus dituntut jika kinerja kabinet dinilai sudah membanggakan.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, mahasiswa mendesak penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka juga meminta agar anggaran negara benar-benar berpihak kepada rakyat.
Selain itu, mahasiswa menuntut penurunan biaya pendidikan serta pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Tuntutan terakhir adalah jaminan perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.
"Prabowo tentu punya penilaian sendiri terhadap kinerja para menterinya. Tapi masyarakat juga punya hak menilai berdasarkan apa yang mereka rasakan," tulis akun @abangtv.id.
Unggahan tersebut menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar ketidakpuasan mahasiswa semata. Persoalan-persoalan tersebut dinilai belum mendapat jawaban yang memadai dari pemerintah.
Di akhir unggahannya, akun tersebut melontarkan pertanyaan kritis. "Kalau pemerintah merasa kinerjanya membanggakan, sekarang tinggal satu pertanyaan: hasilnya sudah benar-benar dirasakan rakyat, atau baru terasa di meja sidang kabinet?" tulisnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads