Repelita Jakarta - Aksi unjuk rasa massa di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026 disorot keras karena keterlibatan aparat TNI dalam melakukan pemblokadean. Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @nandxnandza melalui beberapa unggahan pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Akun tersebut menilai kehadiran tentara dalam aksi demonstrasi tidak tepat. "Parah ini, blokade aksi massa menggunakan tentara," tulis akun @nandxnandza.
ADVERTISEMENT
Ia menegaskan bahwa peserta aksi bukanlah ancaman militer. Menurutnya, tugas utama tentara adalah menjaga keamanan negara, bukan ikut campur dalam urusan demonstrasi.
"Protestor bukan ancaman militer, harusnya kalian bertugas menjaga keamanan negara, bukan ikut campur soal demo apalagi menghadang dan memblokade," ujarnya.
Akun itu juga mengingatkan bahwa konstitusi telah menjamin hak warga negara. "Konstitusi menjamin kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat," tambahnya.
Dalam pantauan pukul 14:22 WIB, aksi massa rakyat tersebut dihadapkan langsung dengan mobilisasi tentara. Prajurit disebut ditempatkan di beberapa titik sekitaran Bundaran HI, gang-gang, hingga objek vital.
Sebelumnya, aparat kepolisian dan TNI terpantau melakukan blokade hampir enam lapis. Lapis pertama blokade tersebut diisi oleh jajaran polisi wanita (polwan).
"Semoga teman2 mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat bisa sampai ke Bundaran HI utk menyampaikan aspirasi," tulis akun @nandxnandza. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads