Berita, Nasional

Ustaz Felix Siauw Sebut Koalisi Prabowo-Gibran Kompromis dan Tidak Stabil

Repelita.net

02 November 2026 00:08 WIB • 109 view

Ustaz Felix Siauw Sebut Koalisi Prabowo-Gibran Kompromis dan Tidak Stabil
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pendakwah Ustaz Felix Siauw memberikan kritikan tajam terkait pola kepemimpinan nasional serta dinamika politik koalisi di Indonesia.

Felix menilai bahwa masyarakat Indonesia berada dalam posisi kurang beruntung lantaran belum pernah merasakan iklim kepemimpinan yang benar-benar ideal.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ustaz Felix Siauw saat memberikan pandangannya pada Minggu, 1 November 2026.

"Sialnya kita, apesnya kita sebagai orang Indonesia adalah kita tuh tidak pernah punya pemimpin yang ideal atau kepemimpinan yang ideal lebih tepatnya," ujar Felix, dikutip Minggu (1/11/2026).

Menurut Felix, akar permasalahan tata kelola pemerintahan berawal dari kebiasaan perpolitikan yang dibangun atas dasar perselisihan antar-elite.

Perselisihan tersebut kemudian berujung pada kompromi pembentukan koalisi semata demi mengakomodasi kepentingan masing-masing kubu.

"Kepemimpinan di Indonesia itu senantiasa dibangun berdasarkan elit-elit yang berselisih," tukasnya.

"Lalu terus kemudian mereka berkoalisi untuk mendapatkan kepentingannya masing-masing," ucap dia.

"Jadi tidak pernah ada idealisme sebenarnya di dalam di dalam pemerintah," sambung Felix.

Ia mencontohkan perjalanan politik Presiden Prabowo Subianto yang melalui serangkaian kontestasi pilpres hingga akhirnya memilih jalan kompromi pada Pemilu 2024.

"Ya kita tahu udah tahulah bahwasanya Pak Prabowo itu udah berkali-kali nyalon, sampai-sampai ada pernyataannya sendiri bahwasanya 20 tahun saya tidak berkuasa," katanya.

"Jadi kalau ada pepatah, kalau kamu tidak bisa mengalahkan bergabung aja gitu. Nah, ini yang dimainkan oleh Pak Prabowo kan," ucapnya.

Felix menyoroti penunjukan posisi wakil presiden sebagai bentuk kompromi politik utama antara kubu yang saling berseberangan.

Ia menyebut penetapan Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Prabowo merupakan strategi merangkul kekuatan rezim terdahulu untuk memenangkan kontestasi.

"Nah, apa yang terus kemudian dikompromikan? Yang dikompromikan adalah posisi wakil presiden tuh. Posisi wakil presidennya harus diisi dari kelompok yang kemarin," terangnya.

"Maka di tahun 2024 itu kita melihat bahwasanya ketika Pak Prabowo bergabung dengan Gibran yang merupakan wakil daripada status quo yang berkuasa kemarin ya, maka Pak Prabowo menang kan gitu," lanjutnya.

Lebih jauh, ia menggarisbawahi bahwa model koalisi pragmatis semacam ini sangat rapuh serta rawan menimbulkan ketidakstabilan pemerintahan.

"Nah, ini problematika yang sekarang kita warisi, bukan kita warisi ya, ya apeslah kita dapat permasalahan-permasalahan yang kayak gini terus," tandasnya.

"Memang ini adalah sebuah koalisi kompromis yang menurutku sangat-sangat tidak stabil dan tidak stabilnya akhirnya mempengaruhi banyak hal, termasuk yang nanti akan kita bahas tentang aksi ini," kuncinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung