Berita, Timur Tengah

Tingkah Aneh Trump di Perang Iran Bikin AS Ketar Ketir

Repelita.net

30 April 2026 13:05 WIB • 830 view

Tingkah Aneh Trump di Perang Iran Bikin AS Ketar Ketir
Foto: Istimewa

Repelita Washington D.C. - Tingkah laku Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai semakin "aneh" dalam menangani konflik perang Iran kini mulai membuat kalangan dalam negeri sendiri ketar ketir.

Kebijakan-kebijakan kontroversial yang dikeluarkan secara sporadis menunjukkan adanya kegamangan di pucuk pimpinan tertinggi Negeri Paman Sam.

ADVERTISEMENT

Salah satu yang paling mencengangkan adalah keputusan mendadak untuk menarik mundur kapal induk bertenaga nuklir USS Gerald R Ford dari garis depan pertempuran.

Keputusan ini diambil di tengah situasi gencatan senjata yang masih sangat rapuh dengan Iran, tanpa pengumuman resmi yang jelas mengenai alasannya.

Para pejabat Pentagon dikabarkan kebingungan menghadapi instruksi yang berubah-ubah dari Gedung Putih dalam beberapa pekan terakhir.

Seorang sumber dari internal militer AS yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku heran karena biasanya penarikan kapal induk dilakukan setelah misi dinyatakan selesai sepenuhnya.

Namun kali ini, yang terjadi justru sebaliknya, AS masih terlibat dalam kebuntuan diplomatik dengan Teheran yang tak kunjung usai.

Kapal perang canggih tersebut diperkirakan akan tiba kembali di pelabuhan asalnya di Virginia sekitar pertengahan bulan Mei mendatang.

Penempatan USS Gerald R Ford selama 309 hari di Timur Tengah pun berakhir tanpa ada deklarasi kemenangan yang meyakinkan dari pihak Amerika.

Sikap aneh Trump semakin terlihat ketika ia secara terbuka menolak proposal perdamaian yang diajukan oleh Iran melalui perantara Rusia.

Padahal proposal tersebut dinilai oleh para analis sebagai langkah maju yang cukup signifikan untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz.

Alih-alih menerima tawaran itu, Trump justru memilih untuk mempertahankan blokade laut yang telah membuat ekonomi Iran tercekik selama berbulan-bulan.

Ia juga sempat melontarkan pernyataan kontroversial bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan bantuan terkait nuklir Iran.

Namun Trump mengaku mendesak Putin untuk "fokus mengakhiri perang di Ukraina" daripada ikut campur dalam urusan di Timur Tengah.

Pernyataan ini membuat para diplomat Eropa menggeleng-geleng kepala karena dianggap meremehkan pengaruh Rusia yang cukup besar terhadap Iran.

Sikap arogan tersebut langsung mendapat respons cepat dan keras dari Kremlin melalui saluran diplomatik.

Presiden Putin melontarkan peringatan bahwa akan ada "konsekuensi mengerikan" bagi stabilitas global jika konflik dengan Iran dimulai lagi.

Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov mengungkapkan bahwa Putin telah menghubungi Trump secara langsung melalui telepon.

Dalam pembicaraan yang berlangsung tegang tersebut, Putin menegaskan bahwa dimulainya kembali permusuhan adalah langkah yang sangat berbahaya.

"Permusuhan yang diperbaharui akan menjadi berbahaya dan tidak dapat diterima, terutama operasi darat apapun di wilayah Iran," tegas utusan Kremlin tersebut.

Peringatan keras ini semakin memperumit posisi Trump yang mulai kehilangan dukungan dari kalangan militer dan politikus domestik.

Di dalam negeri, gelombang kritik mulai bermunculan dari berbagai kalangan termasuk Partai Republik sendiri.

Mereka menilai tindakan Trump yang tidak konsisten dan cenderung aneh justru melemahkan posisi tawar Amerika Serikat di mata dunia.

Kekhawatiran terbesar para petinggi AS saat ini adalah jika Iran menafsirkan penarikan kapal induk sebagai tanda ketakutan atau kelemahan.

Hal ini bisa memicu serangan balik dari Teheran yang selama ini dikenal tidak pernah segan membalas setiap agresi asing.

Analisis dari lembaga intelijen Amerika yang dirilis pada Selasa, 28 April 2026, menunjukkan skenario buruk jika Trump mendeklarasikan kemenangan.

Iran kemungkinan besar akan menganggap klimenang AS hanyalah sebuah kebohongan publik untuk menutupi kegagalan misi militer mereka.

Yang lebih mengkhawatirkan, Iran bisa saja melancarkan serangan dadakan untuk membuktikan bahwa mereka tidak mengakui kekuasaan Amerika di kawasan tersebut.

Situasi ini diperparah dengan fakta bahwa perang dua bulan terakhir sudah menelan biaya fantastis yang menguras anggaran pertahanan AS.

Bahkan sejumlah penasihat Trump telah memperingatkan bahwa kelanjutan konflik akan berujung pada kerugian besar bagi Partai Republik.

Pemilihan paruh waktu (midterm) yang dijadwalkan pada November mendatang menjadi ancaman nyata bagi kursi kekuasaan mereka.

Juru bicara angkatan darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia pun mempertegas sikap negaranya bahwa perang belum benar-benar selesai.

“Kami tidak menganggap perang telah selesai. Sejak hari pertama gencatan senjata, kami terus memperbarui target, menyempurnakan bank sasaran, dan menjaga kesiapan tempur,” ujarnya dilansir dari Tasnim News pada Rabu, 29 April 2026.

Pernyataan tegas itu seakan menjadi jawaban sempurna bagi kebingungan yang sedang melanda Washington saat ini.

Kini dunia bertanya-tanya, apakah tingkah aneh Trump ini merupakan bagian dari strategi gila untuk keluar dari kebuntuan yang ia ciptakan sendiri.

Ataukah ini adalah awal dari keruntuhan politik dan militer Amerika di kawasan Timur Tengah yang sudah puluhan tahun mereka kuasai.

Yang jelas, kombinasi antara kapal induk yang ditarik mundur dan peringatan "konsekuensi mengerikan" dari Putin menciptakan badai sempurna.

Badai yang mungkin lebih dahsyat dari apa yang pernah diprediksi oleh Trump sendiri beberapa waktu yang lalu.

Masyarakat sipil di AS mulai resah karena mereka merasakan langsung dampak ekonomi dari perang yang berkepanjangan ini.

Harga bahan bakar melambung, inflasi tak terkendali, dan utang negara membengkak akibat biaya perang yang terus mengalir ke Timur Tengah.

Jika sampai terjadi kesalahan perhitungan lagi, bukan tidak mungkin api konflik akan kembali menyala lebih besar dari sebelumnya.

Dan kali ini, mungkin tidak akan ada lagi kapal induk yang tersisa untuk ditarik mundur sebagai tameng perlindungan terakhir.

Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari presiden dengan keputusan-keputusan aneh yang membuat AS ketar ketir ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung