Berita, Nasional

Bocoran Kasar: Prabowo Tak Lagi Gandeng Gibran di 2029, Bagai Mana Nasib Gibran Jadi Gelandangan Politik?

Repelita.net

20 September 2026 22:31 WIB • 116 view

Bocoran Kasar: Prabowo Tak Lagi Gandeng Gibran di 2029, Bagai Mana Nasib Gibran Jadi Gelandangan Politik?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Isu pergantian pasangan calon wakil presiden untuk Pemilu 2029 kembali mencuat di tengah publik.

Dalam unggahan kanal YouTube Hodari Podcast Rakyat pada Minggu 20 September 2026, Hodari menyampaikan analisis terkait bocoran informasi yang beredar.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto kemungkinan tidak lagi menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping di 2029.

Informasi tersebut sudah sampai ke kalangan relawan dan tokoh dekat Jokowi.

Hodari menyebut tiga nama yang kerap disebut sebagai calon potensial.

Mereka adalah Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sekaligus Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Ia menambahkan bahwa rumor serupa juga beredar di internal Partai Solidaritas Indonesia.

Seorang politisi PSI yang intens berdiskusi dengan Jokowi dan lingkarannya mendengar bahwa Prabowo akan berpasangan dengan tokoh berlatar belakang militer.

Hodari melakukan pengecekan silang kepada beberapa petinggi relawan Jokowi.

Mereka menerima informasi serupa bahwa Prabowo tidak lagi menggandeng Gibran.

Seorang pimpinan relawan bahkan menyampaikan bahwa pejabat tinggi Gerindra sempat menyampaikan tiga nama tersebut kepada Jokowi untuk dipertimbangkan.

Hodari juga mengonfirmasi kepada sejumlah politisi Gerindra.

Seorang pendiri partai tersebut mengakui menerima kabar bahwa Prabowo sedang mempertimbangkan Sudaryono, Sugiono, dan Teddy.

Ia menilai langkah meninggalkan Gibran bisa menjadi strategi politik Prabowo.

Namun jika benar memilih salah satu dari tiga nama itu, peluang kemenangan dinilai semakin jauh.

Hasil sejumlah survei terbaru menunjukkan kepuasan publik terhadap pemerintahan saat ini menurun.

Jika pemilihan digelar hari ini, Prabowo diperkirakan sulit terpilih kembali.

Hodari menekankan bahwa publik sudah semakin kritis dan cerdas menilai kinerja pemerintah.

Ia mempertanyakan capaian konkret yang bisa ditunjukkan selama masa kepemimpinan.

Kehadiran Jokowi di berbagai kesempatan tanpa membawa solusi konkret juga dinilai tidak lagi menarik simpati masyarakat.

Di sisi lain, hasil survei menempatkan Dedi Mulyadi sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi dibanding Prabowo dan Anies Baswedan.

Gibran sendiri berada di posisi yang relatif rendah.

Hodari menilai spekulasi ini masih wajar mengingat dinamika politik yang terus bergerak.

Namun ia mengingatkan agar publik tidak terlalu percaya sepenuhnya karena bisa saja merupakan bagian dari manuver politik.

Nasib Gibran di masa depan politik nasional kini menjadi pertanyaan besar di tengah bocoran yang semakin terbuka. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung