Repelita Jakarta - Eskalasi pergerakan massa mahasiswa yang menyuarakan aspirasi bertajuk Indonesia Sadar serentak meluas di sejumlah kota besar tanah air pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
Kawasan Sudirman Jakarta Pusat menjadi salah satu titik konsolidasi massa yang mendesak reformasi kebijakan ekonomi nasional serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan publikasi visual dari kanal YouTube Massa Demo di Jakarta Bubarkan Diri, Mahasiswa di Palembang Dirikan Tenda di Kantor Gubernur, ribuan pendemo sempat bertahan memadati badan jalan hingga pukul 19.00 WIB.
Mahasiswa merapatkan barisan guna menekan barikade pengamanan, namun di bawah guyuran hujan yang kian deras massa akhirnya membubarkan diri secara teratur sekitar pukul 19.20 WIB.
Sementara itu, gejolak unjuk rasa di wilayah Yogyakarta yang berlangsung di depan kantor Kepatihan sempat diwarnai tindakan pembubaran oleh aparat keamanan demi mengantisipasi potensi kericuhan.
Masyarakat dan para pengendara lalu lintas diimbau untuk tidak melintas di sepanjang kawasan Jalan Malioboro guna menjaga ketertiban pasca-aksi.
Aksi kritis juga digelar di Bundaran Gladak jantung Kota Solo Jawa Tengah, di mana mahasiswa menyampaikan tuntutan efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis serta standarisasi upah guru honorer.
Di tempat terpisah, gerakan pemuda bersama aliansi mahasiswa menggelar demonstrasi besar-besaran di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan di Palembang.
Lantaran gagal menemui gubernur secara langsung untuk menyampaikan amanat sengketa lingkungan, para mahasiswa meluapkan kekecewaan dengan mendirikan tenda untuk menginap di lokasi.
Meski demikian, laporan terkini dari lapangan mengonfirmasi seluruh tenda darurat telah dibongkar dan massa memilih bubar secara kondusif pada pukul 21.30 WIB.
Merespons gejolak di berbagai daerah, Kapolri Jenderal Polisi Sujudi Ario menginstruksikan seluruh jajarannya untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis serta preventif.
Sujudi Ario memberikan maklumat resmi secara langsung yang berbunyi kita tetap mengedepankan upaya yang humanis ya kan tetap melakukan upaya preventif preemtif kepolisian dan juga tentunya kita akan tetap menghargai ee segala penyampaian di muka umum dan kami berpesan ee tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok