Berita, Nasional

Gus Lilur Desak Presiden Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap 21 Miliar di Persidangan KPK

Repelita.net

14 June 2026 18:18 WIB • 943 view

Gus Lilur Desak Presiden Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap 21 Miliar di Persidangan KPK
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Posisi Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, tengah berada dalam tekanan besar menyusul keterlibatan namanya dalam konflik kasus dugaan suap di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Kritik pedas datang dari pemilik Bandar Rokok Nusantara Global Grup, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, yang mendesak Presiden Prabowo Subianto segera melakukan evaluasi terhadap jabatan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kita ingin seluruh pembantu Presiden betul-betul membantu Presiden. Tapi saya melihat pembantu Presiden yang satu ini, Dirjen Bea Cukai, tidak membantu. Malah bikin malu Presiden," tegas Gus Lilur, Minggu (14/6/2026).

Pernyataan ini muncul setelah jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap adanya kode BC1 dalam BAP pengacara John Field, yang diduga Merujuk pada aliran dana bulanan sebesar tiga miliar rupiah kepada Djaka.

Total nilai dugaan suap yang mengarah ke Djaka sejak Juli 2025 hingga Januari 2026 disebut mencapai angka 21 miliar rupiah, ditambah temuan aliran dana lain dalam bentuk mata uang asing.

Di tengah memanasnya kasus hukum ini, Djaka justru tampil mempublikasikan keberhasilan operasi penyertaan jutaan batang rokok ilegal yang dilakukan bersama aparat gabungan pada 9 Juni 2026.

Gus Lilur menilai langkah selebrasi tersebut hanya drama pencitraan yang tidak menyentuh akar permasalahan penegakan hukum di institusi kepabeanan.

"Penindakan yang dilakukan hanya selebrasi tanpa esensi. Tidak ada penegakan hukum sampai ke akar. Hanya tim penangkap truk di jalanan. Konferensi pers dan selebrasi ibarat melakukan penangkapan besar, nyatanya hanya pura-pura. Nyata tanpa nilai," kritik Gus Lilur.

Ia juga menyoroti integritas pimpinan Bea Cukai yang menurutnya telah rusak akibat dugaan praktik suap yang kini sedang dibuktikan di meja hijau.

Gus Lilur mendesak agar Presiden menarik tokoh-tokoh yang berintegritas dan memiliki rekam jejak yang kuat dalam pemberantasan penyimpangan guna mengembalikan marwah institusi.

Semoga Presiden segera mencopot dan mengganti Dirjen Bea Cukai dengan pengganti yang lebih punya patriotisme dan punya harga diri dalam membela kejayaan Republik Indonesia. Republik ini terlalu mulia untuk dibantu oleh tangan yang kotor, tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung