Berita, Nasional

[GEGER] Prabowo Sentil Pengamat Politik yang Larang Pemimpin Negara Joget di Hadapan Publik

Repelita.net

19 September 2026 20:54 WIB • 40 view

[GEGER]  Prabowo Sentil Pengamat Politik yang Larang Pemimpin Negara Joget di Hadapan Publik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala Negara Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan respons menohok perihal pandangan dari sejumlah pengamat politik yang menilai seorang pemimpin negara tidak selayaknya melakukan gerakan joget di hadapan publik.

Momen sentilan tersebut diutarakan langsung oleh sang presiden sewaktu menghadiri agenda puncak perayaan milad ke-28 dari Partai Amanat Nasional yang diselenggarakan bertempat di Jakarta International Convention Center pada hari Jumat tanggal 18 September 2026.

ADVERTISEMENT

Melalui tayangan visual yang dipublikasikan oleh kanal YouTube VIVA CO ID, mantan Danjen Kopassus tersebut secara blak-blakan menyuarakan isi hatinya yang lebih memilih untuk berkomunikasi secara apa adanya di hadapan khalayak ramai.

Dalam orasi politiknya tersebut, beliau menegaskan bahwa arahan serta teguran dari para penasihat kepresidenan maupun pengamat komunikasi agar dirinya selalu menggunakan naskah tertulis saat berpidato justru berbanding terbalik dengan kepribadian aslinya.

Beliau mengutarakan kalimat yang berbunyi, “Saya selalu disampaikan oleh penasihat-penasihat dan pakar-pakar, pakar-pakar politik, pakar-pakar komunikasi, ‘Pak Prabowo jangan pidato tanpa teks. Harus pakai teks.’ Tapi bagaimana ya? Aku itu sukanya bicara apa adanya,”.

Tidak berhenti sampai di situ saja, sang pemimpin negara juga turut menyinggung adanya aturan tersirat yang meminta dirinya menahan diri untuk tidak melakukan aksi joget khasnya karena dianggap kurang elok oleh para pengamat.

Beliau menuturkan kesaksiannya di atas podium dengan menyatakan, “Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget Jadi pakar-pakar itu mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget Gimana rakyat kita suka joget kok Hah”.

Melalui serangkaian pernyataan lugas tersebut, beliau mematahkan argumentasi kaum intelektual dengan menyatakan fakta sosiologis bahwa pada realitasnya segenap lapisan masyarakat tanah air memang sangat menggemari aktivitas seni joget tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung