Berita, Nasional

"Orang Dekat" Ditangkap KPK, Menteri Nusron Ketar-Ketir?

Repelita.net

19 September 2026 21:28 WIB • 80 view

"Orang Dekat" Ditangkap KPK, Menteri Nusron Ketar-Ketir?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tindakan responsif yang ditunjukkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam menghadapi penegakan hukum dinilai masih belum optimal.

Sikap politisi asal Partai Golkar tersebut yang hanya menyatakan kepatuhan pada regulasi hukum dinilai perlu diperluas dengan memberikan transparansi informasi secara terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

Hal itu berkaitan erat dengan keterlibatan dirinya secara personal atau ketidakterlibatannya dalam perkara dugaan suap kepengurusan Hak Guna Bangunan yang kini tengah ditangani pihak berwajib.

Berdasarkan tayangan dari kanal YouTube MetroTV dengan judul pembuka Top News, Nusron Wahid sempat tidak terlihat dalam kurun waktu beberapa hari setelah lembaga antirasuah melakukan penyelidikan intensif di lingkungan kerjanya.

Kementerian ATR/BPN kini menjadi pusaran perhatian utama setelah ditemukannya indikasi tindak pidana korupsi yang menyeret sejumlah nama krusial.

Dari total delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi pemberantasan korupsi, setengah dari jumlah tersebut disinyalir memiliki hubungan kedekatan khusus dan menjadi sosok kepercayaan sang menteri.

Klarifikasi seadanya yang disampaikan pada hari Sabtu, 19 September 2026 dinilai tidak sebanding dengan besarnya jumlah barang bukti materiil yang berhasil diamankan oleh petugas penegak hukum.

Aparatur hukum telah menyita dana yang jumlahnya sangat fantastis yaitu menyentuh angka seratus enam miliar rupiah dalam operasi penindakan tersebut.

Pembawa acara dalam pemberitaan tersebut menjelaskan secara rinci nama-nama figur yang ditangkap seperti mantan Bupati Kebumen bernama Arif Sugianto serta seorang individu bernama Fat yang sama-sama tidak memiliki posisi struktural formal di kementerian terkait.

Selain itu terdapat nama Erwin serta Muhammad Fahri yang juga diposisikan sebagai pihak luar tanpa jabatan birokrasi di instansi agraria.

Kendati tidak memegang peranan resmi, instansi penegak hukum mengendus adanya tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dari pimpinan lembaga sehingga mereka mampu menghimpun dana ratusan miliar atas nama menteri.

Kondisi ini menimbulkan desakan kuat agar Nusron segera memberikan pernyataan komprehensif demi memulihkan nama baik instansi serta menjaga muruah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dampak sistemik dari bergulirnya perkara ini diprediksi akan sangat luas karena status Nusron yang bertindak sebagai pembantu presiden sekaligus kader utama di internal Partai Golkar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyuarakan tanggapannya dan meminta semua elemen publik untuk tetap menghargai jalannya mekanisme penyelidikan penegak hukum.

Ia juga memberikan dorongan moril kepada rekannya tersebut untuk segera angkat bicara guna menepis segala opini negatif jika dirinya memang benar-benar tidak tersangkut masalah hukum.

"memang sebaiknya ya ee dalam waktu tertentu apalagi kalau kemudian nanti ini semakin eskalatif misalnya ya ee nah untuk tetap menjaga ee apa namanya ya ee kehormatan Saudara Nusan Wahid yang saya kira memang ee dari hari ke hari kan kita lihat ya perkembangannya ini semakin ee ya ke mana-mana ya jadi bulan-bulanan kemudian jadi perbincangan-perbincangan yang tanpa ujung gitu loh apa pada titik tertentu saya kira memang kita perlu ya mendengarkan klarifikasi langsung dari Saudara Nusron gitu ya tentang posisi ee dirinya sendiri tapi sebelumnya saya kira memang itu sudah perlu juga ee dijelaskan secara langsung ke KPK," ujar Ahmad Doli Kurnia dalam wawancara di kanal YouTube tersebut.

Komitmen tinggi untuk memberantas praktik mafia pertanahan yang sempat digaungkan dengan lantang oleh menteri pada tahun lalu kini justru menemui ujian berat di dalam lingkaran internalnya sendiri.

Publik kini menanti dengan cermat apakah proses hukum yang menyeret para kolega terdekatnya ini akan berhenti di titik tersebut atau justru menjadi pintu masuk bagi pemeriksaan sang menteri.( * )

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung