Berita, Nasional

Akademisi UI Tantang Prabowo Datangi Iran, Soroti Sikap Luar Negeri Indonesia

Repelita.net

30 April 2026 13:48 WIB • 1,188 view

Akademisi UI Tantang Prabowo Datangi Iran, Soroti Sikap Luar Negeri Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh akademisi Universitas Indonesia, Ronnie H. Rusli, yang kini menyinggung posisi Presiden Prabowo Subianto dalam dinamika panas konflik geopolitik Timur Tengah.

Ronnie secara spesifik mempertanyakan dengan tajam apakah Prabowo Subianto memiliki keberanian pribadi untuk datang langsung ke Iran sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sesama negara Muslim.

ADVERTISEMENT

Dukungan tersebut menurutnya sangat penting mengingat Iran tengah berkonflik sengit melawan Israel yang didukung penuh oleh kekuatan adidaya Amerika Serikat.

“Pertanyaannya, kira-kira Presiden Prabowo berani tidak ke Iran memberikan support sebagai kepala negara kepada sesama Muslim yang sedang berperang?” ujar Ronnie dalam pernyataannya yang beredar luas pada Kamis, 29 April 2026.

Ia juga menyoroti secara kritis posisi ambigu dari negara-negara Barat, termasuk negara-negara maju di Uni Eropa.

Menurut pengamatannya, blok Barat tersebut ternyata tidak sepenuhnya mendukung langkah agresif Amerika Serikat dan Israel dalam konflik mematikan tersebut.

Pernyataan pedas dari Ronnie ini bukanlah yang pertama kali ia lontarkan ke publik.

Sebelumnya, ia juga secara terbuka mengkritik arah kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo yang dinilai cenderung berpihak kepada Israel dan Amerika Serikat.

Ia berargumen bahwa sikap ambigu tersebut secara perlahan membuat posisi Indonesia menjadi tidak tegas di mata komunitas internasional.

Ketidaktegaan ini sangat terlihat terutama dalam isu konflik Timur Tengah yang memang sangat sensitif dan sarat dengan kepentingan geopolitik global.

Bahkan, Ronnie dengan lantang menilai bahwa persepsi negatif tersebut bisa berdampak serius pada hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara seperti Iran.

Iran selama ini memiliki peran yang sangat strategis di kawasan, termasuk penguasaan jalur perdagangan vital seperti Selat Hormuz yang menghubungkan lautan minyak dunia.

Pernyataan kontroversial dari akademisi UI ini dengan cepat memicu polemik panas di ruang publik dan media sosial.

Sebagian pihak menilai pernyataan Ronnie sebagai bentuk kritik keras dan sehat terhadap kepemimpinan nasional dalam menentukan arah politik luar negeri.

Sementara itu, pihak lainnya justru melihat pernyataan tersebut sebagai opini yang terlalu provokatif dan tidak pada tempatnya dalam konteks hubungan internasional yang penuh kehati-hatian.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi atau klarifikasi apapun yang dikeluarkan oleh pihak Istana Kepresidenan terkait pernyataan Ronnie tersebut.

Di tengah situasi global yang kian memanas, posisi Indonesia sebagai negara non-blok tradisional kembali menjadi sorotan utama para pengamat hubungan internasional.

Indonesia dikenal sejak lama mengusung doktrin politik luar negeri bebas aktif yang tidak ingin terikat dengan blok kekuatan manapun.

Banyak pihak menilai bahwa langkah diplomasi yang penuh kehati-hatian justru lebih dibutuhkan saat ini dibandingkan dengan manuver politik yang memiliki risiko sangat tinggi.

Namun demikian, pernyataan dari Ronnie H. Rusli telah secara efektif membuka ruang diskusi publik yang luas mengenai pertanyaan mendasar.

Pertanyaan tersebut adalah sejauh mana Indonesia akan mengambil peran dalam konflik global yang sedang memanas.

Apakah Indonesia akan bertindak sebagai penengah yang menenangkan, sebagai pengamat yang hanya menonton dari kejauhan, atau justru sebagai pihak yang berpihak secara terbuka.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung