Berita, Timur Tengah

Wapres Iran Sindir Negara yang Dulu Hina Kini Merengek Minta Lintasi Selat Hormuz

Repelita.net

02 May 2026 17:39 WIB • 996 view

Wapres Iran Sindir Negara yang Dulu Hina Kini Merengek Minta Lintasi Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menyampaikan pernyataan tajam di akun media sosial X pada tanggal 28 April 2026 tentang perubahan sikap negara-negara yang dulu merendahkan Iran.

Negara-negara yang sebelumnya kerap menghina dan merendahkan Iran serta menolak memasok bahan bakar aviasi untuk pesawat-pesawat Iran kini justru memohon kepada Teheran, demikian cuitan Aref.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa negara-negara tersebut kini berada dalam posisi berdesakan meminta izin agar kapal-kapal mereka dapat melintasi Selat Hormuz.

Permintaan itu diajukan demi memastikan kelangsungan pasokan energi bagi negara mereka masing-masing yang sangat bergantung pada jalur laut strategis tersebut.

"Countries that used to insult us and belittle us, and also refused to export aviation fuel to us, are now begging us to allow their ships to pass through the Strait of Hormuz and ensure their energy supplies," tulis Aref dalam unggahannya.

Pernyataan dari pejabat tinggi Iran ini sontak memicu beragam reaksi dari warganet di berbagai platform media sosial.

Akun dengan nama pengguna New York 🚴‍♂️ @NewYorkXNewYork merespons dengan nada satire pada tanggal yang sama.

"Please please please #Iran, let my ship pass through the Strait of Hormuz, I really never meant those mean things I said about you previously. 😁," tulis akun tersebut dalam cuitan yang ditujukan kepada pemerintah Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur air strategis yang memegang peranan krusial dalam distribusi minyak dunia karena sekitar seperlima dari total minyak global melewati selat tersebut.

Iran sebelumnya telah mengancam akan menutup selat tersebut sebagai bentuk pembalasan jika tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya terus meningkat.

Pernyataan Wakil Presiden Aref ini menjadi penegasan bahwa Iran kini memegang kendali signifikan atas salah satu titik paling vital dalam rantai pasok energi global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung