Berita, Viral Sosmed

Virdian Aurellio Soroti Sikap Prabowo: “Kenapa Terus Menyalahkan Pakar, Media Sosial, atau Sipil yang Kritis?”

Repelita.net

19 September 2026 15:56 WIB • 128 view

Virdian Aurellio Soroti Sikap Prabowo: “Kenapa Terus Menyalahkan Pakar, Media Sosial, atau Sipil yang Kritis?”
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kritik terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto kembali muncul di media sosial setelah akun Threads @virdian_aurellio mengunggah pernyataannya pada 19 September 2026.

Dalam unggahan tersebut, @virdian_aurellio mempertanyakan pihak yang dianggap memberikan masukan kepada Presiden Prabowo terkait sikapnya terhadap para pakar dan kelompok masyarakat yang menyampaikan kritik.

ADVERTISEMENT

“Saya bingung siapa yang membisiki Presiden? Padahal anda lahir dari seorang pakar ekonomi hebat bernama Sumitro.”

Ia kemudian mempertanyakan alasan kritik terhadap pakar, media sosial, dan masyarakat sipil yang menyampaikan pandangan kritis di tengah persoalan yang sedang terjadi.

“Kenapa terus terusan menyalahkan pakar, media sosial, atau sipil yang kritis ditengah kekacauan hari ini? Kenapa ngga konsisten lempar serangan itu kepada SPPG beracun, Menteri Menteri korup, aparat represif, pengusaha perusak alam? Kenapa harus masyrakat lagi serangannya?”

Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna Threads lainnya yang turut membahas isu pendidikan, kebijakan pemerintah, serta kritik terhadap Presiden Prabowo.

Akun @anggur4315 mengaitkan pernyataan tersebut dengan Gontor dan pilihan terhadap pendidikan di tengah perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis.

“Gontor Jawa Timur dari pada anggaran untuk MBG yang beracun dan banyak KORUPSI ponpes Gontor tegas pilih untuk pendidikan dari dasar hingga sarjana gratis untuk semua rakyat Indonesia / Rakyat Indonesia kapan mau sadar dan bangkitnya dari penjajahan Londo Ireng”

Sementara itu, akun @heri_purnawinata menyoroti latar belakang keluarga Presiden Prabowo yang berkaitan dengan tokoh ekonomi Soemitro Djojohadikusumo.

“Sebuah kontradiksi sejarah yang tragis. Lahir dari rahim intelektualitas begawan ekonomi sekelas Soemitro Djojohadikusumo, namun mimbar resmi justru digunakan untuk memusuhi sains dan merendahkan para pemilik ilmu. Menyerang suara kritis sipil jauh lebih mudah daripada menindak tegas korporasi pembakar lahan dan oligarki perusak alam. Defisit substansi yang berlindung di balik arogansi verbal. 🧠📉”

Di sisi lain, akun @noni_is_reni memberikan tanggapan berbeda dengan mengingatkan pentingnya menghargai kesempatan memperoleh pendidikan dan ilmu pengetahuan.

“Jangan gitu, Bang. Yang namanya cari ilmu kan ibadah. Dan ibadah bukan untuk Pemimpin toxic. Syukuri Abang bisa nimba ilmu di Unpad. Privillege Tuhan kasih Abang rejeki dan kesempatan kuliah. Iya kita marah ama Pemimpin dzalim...tapi please jangan menyesal akan rejeki yang udah didapat 🙏”

Rangkaian tanggapan tersebut memperlihatkan perdebatan warganet mengenai hubungan antara pendidikan, kritik terhadap pemerintah, serta respons terhadap berbagai persoalan kebijakan yang menjadi perhatian publik. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung