Repelita [Manado] - Barisan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas di ratusan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sulawesi Utara mendadak menjadi sorotan publik di media sosial.
Para petugas lapangan tersebut tampak melakukan aksi yel-yel penuh semangat saat menyambut kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
Kekompakan yang ditunjukkan oleh tim SPPG ini merupakan bagian dari persiapan guna menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Program berskala nasional tersebut diketahui menelan biaya operasional yang sangat masif dari kas negara dengan estimasi pengeluaran mencapai Rp 1,2 Triliun untuk setiap harinya.
Rekaman momen yel-yel tersebut diunggah oleh akun X @indepenSumatera pada 10 Mei 2026 dan seketika memantik reaksi keras dari kalangan warganet yang mengkritisi besarnya alokasi anggaran tersebut.
Melalui tautan https://x.com/indepenSumatera/status/2053349399624057175, akun @indepenSumatera memberikan sindiran tajam dalam unggahannya dengan menuliskan Pasukan penghisap dana APBN 😭😭😭
Komentar bernada skeptis terhadap gaya penyambutan petugas tersebut juga muncul dari akun @is_pelssy yang menuliskan 😁 dah kek tentara aja ya pada kolom komentar unggahan tersebut.
Di tengah gegap gempita pelaksanaan di lapangan, kekhawatiran mengenai akuntabilitas dana pendidikan yang dialokasikan ke program ini juga disuarakan oleh pengguna dengan identitas @rosalina_iin.
Akun @rosalina_iin menyampaikan pandangannya pada 11 Mei 2026 melalui komentar berbunyi Perhatikan tdk nampaknya kehidupannya bahagia stlh ikut andil menjadi bagian dr sppg....tdk apa2 jika memang dr mereka real memberikan MBG yg sesuai dng prosedurnya tp jika tdk sesuai prosedurnya sangat disayangkan mengkorup dananya utk memperkaya dirinya sndri....hhhhmmmm
Reaksi yang jauh lebih keras dilontarkan oleh akun @rahmanreza65457 yang menilai program Makan Bergizi Gratis ini hanya sebagai instrumen politik demi kepentingan kekuasaan di masa depan.
Dalam cuitannya pada 11 Mei 2026, akun @rahmanreza65457 menyampaikan pernyataan yang sangat tajam yakni Inilah manusia bejat anjing anjing tikus tikus perampok uang rakyat mbg hanya alat program ut legalkan program pemilu 2029 rakyat hrs bangkit melawan
Selain masalah integritas politik, pemotongan dana di sektor krusial lainnya turut menjadi perhatian serius bagi netizen dengan nama akun @Pak_Doang pada tanggal 10 Mei 2026.
Akun @Pak_Doang mempertanyakan prioritas pemerintah dengan menuliskan kritik asli berbunyi DANA PENDIDIKAN DIPOTONG 47,5% BUAT MBG. LALU MBG MASUK KE LAPAS DAN RUTAN, WARGA BINAAN DAPAT GAJI. SEBENARNYA MBG PROGRAM APA SIH?? KOK PENDIDIKAN BANGSA DIKORBANKAN???
Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh akun @k4ng_k3po yang merasa alokasi dana besar tersebut seharusnya diprioritaskan untuk memperbaiki nasib para guru honorer yang masih jauh dari kata layak.
Pengguna tersebut memberikan label negatif terhadap para petugas lapangan tersebut dengan menyebutkan mereka sebagai Drakula2 penghisap pajak2 keringat guru2 honorer yg harusnya alokasi anggaran memihak pada mereka
Tuntutan akan kompetensi manajerial yang lebih nyata daripada sekadar aksi seremonial yel-yel juga disuarakan oleh akun @Alexliebeng melalui komentarnya di media sosial pada hari yang sama.
Akun @Alexliebeng menuliskan keberatannya dengan pernyataan berbunyi Jika benar mereka ini semua ketua SPPG terlalu berlebihan, bukan yel -yel yang dibutuhkan tetapi kemampuan manajerial & integritas mereka mempertanggung jawabkan uang Negara dengan optimal. Mungkin peforma mereka cuma sbg penanggung jawab lapangan ?
Fenomena viralnya yel-yel petugas SPPG ini mencerminkan adanya jurang pemisah antara semangat birokrasi dalam menjalankan program unggulan istana dengan keresahan publik akan keadilan distribusi anggaran negara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Pasukan penghisap dana APBN 😭😭😭 pic.twitter.com/0spL5are50
— Sumatera Adil & Federal (@indepenSumatera) May 10, 2026
Jika 533 T dana MBG dibagi langsung ke siswa, tiap siswa dapat Rp. 39.289 per hari sekolah.
— Warung Kopi Mang Darman (@TheRingOfPowers) May 10, 2026
Jika 533 T dana MBG lewat SPPG, siswa dapat Rp. 10.000 per hari sekolah.
Kok yang dapet duit banyak SPPG nya daripada muridnya? pic.twitter.com/LTwlEX711j
😁 dah kek tentara aja ya
— @is_pelssy (@is_pelssy) May 10, 2026