Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Wakil Dekan Digerebek di Kos-Kosan Wanita, UIN Jambi Langsung Nonaktifkan

Repelita.net

02 May 2026 23:49 WIB • 1,345 view

[VIRAL] Wakil Dekan Digerebek di Kos-Kosan Wanita, UIN Jambi Langsung Nonaktifkan
Foto: Istimewa

Repelita Jambi - Seorang oknum dosen yang menjabat sebagai Wakil Dekan di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi digerebek warga di sebuah rumah kos khusus perempuan di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, pada Jumat (1/5/2026) malam, memicu kemarahan massa yang sempat hampir main hakim sendiri.

Dosen berinisial DK tersebut tiba-tiba menjadi pusat perhatian publik setelah kedapatan berada di dalam kamar kos yang diperuntukkan bagi mahasiswi, sebuah lokasi yang jelas tidak seharusnya ia masuki mengingat statusnya sebagai pejabat kampus dan suami orang.

ADVERTISEMENT

Warga yang gerah dengan dugaan tindakan asusila itu langsung berkerumun di depan lokasi, teriakan dan dorongan massa terdengar riuh sebelum aparat TNI dan kepolisian tiba untuk mengevakuasi DK dari amukan warga.

DK kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Telanaipura untuk proses hukum lebih lanjut, sementara video penggerebekan dengan cepat merebak di media sosial dalam hitungan menit.

Di malam yang sama, istri sah DK berinisial S melaporkan suaminya ke polisi melalui kuasa hukum, sebuah langkah yang semakin memperkuat dugaan publik bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kesalahpahaman biasa.

Menghadapi situasi yang kian memanas, pihak UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi bergerak cepat dengan mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan pemberhentian DK dari jabatan strukturalnya sebagai Wakil Dekan, efektif berlaku segera.

Rektorat UIN Jambi menegaskan bahwa langkah nonaktif ini diambil demi menjaga marwah institusi pendidikan tinggi yang sedang disorot tajam oleh publik.

"Kami menyayangkan kejadian ini dan langsung memberhentikan yang bersangkutan dari jabatan tambahannya sebagai wakil dekan sambil menunggu hasil pemeriksaan etik yang tengah berjalan," demikian bunyi pernyataan resmi kampus.

DK sendiri sempat memberikan klarifikasi singkat dengan mengakui keberadaannya di lokasi namun membantah telah melakukan perbuatan mesum seperti yang dituduhkan warga.

Ia bahkan menyebut adanya pihak lain di dalam rumah kos saat kejadian berlangsung, namun pernyataan itu dinilai publik hanya sebagai upaya untuk mengurangi tekanan yang ia hadapi.

Kasus ini kini bergulir di dua jalur sekaligus, yaitu proses pidana di kepolisian berdasarkan laporan istri korban dan proses etik yang dilakukan oleh tim internal universitas.

Publik menanti hasil penyelidikan polisi apakah benar terjadi pelanggaran asusila atau ada faktor lain yang melatarbelakangi kejadian yang mencoreng nama baik dunia pendidikan ini.

Di momen peringatan Hari Pendidikan Nasional yang seharusnya sarat makna refleksi, peristiwa ini justru menjadi ironi terbesar tentang integritas seorang pejabat pendidikan yang tersangkut skandal moral di ruang publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung