Repelita Jakarta - Sorotan terhadap Chacha Annisa kembali mencuat setelah unggahan akun @lensight.id pada 13 September 2026 membahas peralihannya dari jurnalis televisi menjadi Tenaga Ahli Utama di Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).
Dalam unggahan tersebut, @lensight.id mengaitkan posisi baru Chacha dengan perubahan sikap yang dinilai berbeda dibandingkan ketika dirinya masih aktif sebagai news anchor tvOne.
ADVERTISEMENT
Akun tersebut juga menyinggung nama Ulta Levenia dan menyebut kemunculan Chacha sebagai bagian dari perhatian publik terhadap sejumlah figur yang sebelumnya dikenal dari dunia jurnalistik.
Pada unggahan berikutnya, @lensight.id menyebut Chacha menjadi sorotan setelah disebut tidak mampu menjawab pertanyaan aktivis lingkungan Iqbal Damanik mengenai pembubaran BRGM.
Unggahan itu kemudian memunculkan sejumlah komentar pengguna Threads yang memperdebatkan posisi, kapasitas, serta alasan Chacha bergabung dengan pemerintahan.
Akun @codoixss menilai perbedaan antara pekerjaan sebagai pembawa berita dan posisi di pemerintahan dapat memengaruhi ruang seseorang dalam menyampaikan pandangan.
“Lah kalo di tv kan ada petunjuknya ada teleprompternya. Jd bukan hasil pikiran dia jg. Ketika masuk pemerintahan jg begtu bukan hasil pikiran dia sdh harus ikut apa kata atasan walaupun salah”
Sementara itu, akun @espespal2422 mempertanyakan anggapan bahwa Chacha sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kritis.
“Emang dia kritis?? She is just news anchor..”
Komentar bernada sindiran juga disampaikan akun @lose5881 terkait perubahan posisi Chacha dari dunia media menuju pemerintahan.
“Maju tak gentar membela yg bayar🤣”
Akun @nvatoino kemudian memberikan komentar yang menyinggung kapasitas Chacha dengan pernyataan singkat.
“Ngak sampai kapasitas otaknya...😔😔😔🦧🦧🦧”
Komentar lainnya datang dari @dilangitadabintang yang menyindir kemunculan Chacha setelah nama lain yang sebelumnya menjadi pembahasan dalam unggahan tersebut.
“Abis si KOSONG terbitlah DIA 🫵🤣😂😝😜🤪😛👌”
Akun @pentolpolos69 juga menyampaikan pandangan mengenai profesionalisme Chacha dengan mengaitkannya pada pihak yang memberikan bayaran.
“Dia professional, Tergantung siapa yang bayar.”
Pertanyaan mengenai alasan Chacha masuk ke lingkungan pemerintahan turut disampaikan akun @ditoradhyaa yang mempertanyakan apakah faktor finansial menjadi pertimbangan.
“ apa alasan dia bergabung ke bakom apa? Uang? Mengapa banyak orang Indonesia yang menuhankan uang dan melupakan empati dan kemanusiaan?”
Di tengah perdebatan tersebut, akun terverifikasi @meta.ai memberikan penjelasan berbeda mengenai alasan kepindahan Chacha dari tvOne ke lingkungan komunikasi kepresidenan.
“Alasan resminya bukan uang — di profilnya sendiri Chacha bilang setelah 16 tahun di tvOne, pindah ke Kantor Komunikasi Kepresidenan / PCO itu karena "panggilan untuk berkontribusi lebih besar" dan dia bilang kerjaannya "lebih ke strategi komunikasi pemerintahan" yang bikin bangga bisa kontribusi positif.
Publik sinis karena polanya berulang: anchor yang dulu kritis lalu masuk lingkaran kekuasaan, jadi dituduh tumpul.
Soal "menuhankan uang" — tidak sesimpel itu, di lapangan banyak orang kejepit tekanan ekonomi, biaya hidup naik, dan sistem yang menghargai posisi dekat kekuasaan lebih dari kerja kritis, jadi empati kalah bukan karena orangnya jahat tapi karena insentifnya miring.”
Rangkaian komentar tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pandangan publik mengenai perpindahan Chacha dari dunia jurnalistik ke lingkungan pemerintahan, sementara tudingan mengenai perubahan sikap, kapasitas, maupun motif finansial yang muncul dalam percakapan media sosial merupakan pendapat pengguna dan tidak dapat dianggap sebagai fakta tanpa verifikasi dari pihak terkait. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads