Repelita Jakarta - Dinamika politik tanah air kembali dihebohkan dengan kabar masuknya pengamat politik kritis Rocky Gerung ke dalam jajaran penasihat resmi pemerintahan baru.
Langkah mengejutkan tersebut menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital lantaran rekam jejak sang akademisi yang selama ini dikenal sebagai oposisi murni.
ADVERTISEMENT
Sebuah spekulasi mengenai latar belakang penunjukan sang pengkritik tajam menjadi anggota dewan pertimbangan presiden diunggah melalui media sosial Threads.
Ulasan kritis mengenai korelasi antara sumbangsih gagasan program strategis pemerintah dengan kompensasi kursi kekuasaan tersebut dipublikasikan oleh akun @fahmiarv.
Melalui kiriman daring tertanggal 2 Oktober 2026, sang pemilik akun menyoroti konsistensi pembelaan politik yang dilakukan sang tokoh menjelang pelantikan resmi di istana.
Akun @fahmiarv menuliskan, "Nah. Akhirnya Rocky Gerung nyemplung juga secara terang-terangan menjadi "Wantimpres" Prabowo? Ada banyak selentingan di medsos, katanya banyak kebijakan Prabowo hari ini termasuk MBG dan Kopdes adalah ide gagasan Rocky Gerung. Makanya, dibelain mati-matian meskipun pelaksanaannya sangat melenceng. Benarkah itu?"
Opini mengenai potensi melunaknya garis perjuangan sang pemikir setelah berada di dalam lingkaran birokrasi istana langsung memicu interaksi dari warganet.
Sebuah tanggapan skeptis dilemparkan oleh seorang pengguna siber yang meragukan eksistensi fungsi kontrol sosial yang melekat pada sang tokoh ke depan.
Kekhawatiran warganet mengenai hilangnya narasi oposisi kritis dari sang pengamat disampaikan melalui kiriman balasan dari akun @sharif_.017.
Melalui kolom komentar yang diunggah beberapa menit setelahnya, akun @sharif_.017 menyatakan, "Jadi ke depan sudah tidak ada kritik2an lagi dari abang ini."
Pernyataan dari warganet tersebut langsung mendapatkan konfirmasi pembenaran bernada satire dari sang pengunggah utama di ruang diskusi siber itu.
Sikap akomodatif pemerintah terhadap figur oposisi dipandang sebagai bagian dari strategi konsolidasi demi meredam gejolak kritik terhadap realisasi program nasional.
Merespons argumen mengenai memudarnya ketajaman kritik sang akademisi senior pascapenunjukan tersebut, akun @fahmiarv menegaskan, "Masuk angin bang."(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads