Repelita Jakarta - Sebuah bangunan rumah toko di kawasan Gampong Dayah Tanoh, Mutiara Timur, Pidie, Aceh secara mengejutkan terungkap telah disulap menjadi sebuah fasilitas laboratorium narkoba rahasia.
Fasilitas ilegal berskala masif yang berhasil dibongkar oleh aparat penegak hukum tersebut diklaim sebagai laboratorium barang haram terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dalam eksekusinya, operasi gabungan bentukan Polri, BNN, beserta Bea Cukai sukses mengamankan barang bukti berupa 1,2 ton sabu cair dan sabu kristal dari jaringan internasional asal Tiongkok.
Otoritas tertinggi kepolisian yakni Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto terpantau turun langsung guna meninjau tempat kejadian perkara pembongkaran gudang pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2026.
Pimpinan Korps Bhayangkara tersebut membeberkan secara rinci rute penyelundupan bahan baku zat adiktif itu dalam konferensi pers resmi yang digelar di lokasi penangkapan.
Informasi seputar keberhasilan pembongkaran jaringan narkotika lintas negara ini sebelumnya disebarluaskan oleh salah satu akun media sosial berbasis teks.
Unggahan mengenai penggerebekan laboratorium gelap di wilayah Serambi Mekah tersebut pertama kali dipublikasikan oleh nama akun @konohatalks melalui sebuah postingan terbarunya.
Dinamika pengungkapan kasus kakap ini seketika membanjiri lini masa serta memicu gelombang komentar yang sangat masif dari para netizen di ruang digital.
Pengguna internet berbondong-bondong meluncurkan beragam respons tertulis persis di bawah kolom komentar akun @konohatalks guna menanggapi kasus hukum tersebut.
"Gebrakan kapolri baru" tulis akun @lost.btv memberikan apresiasi singkatnya di kolom komentar media sosial.
"BENAR-BENAR SURPRISE!!!!!!!!!" tulis akun @alphapresspublishing meluapkan rasa keterkejutannya atas penggerebekan tersebut.
"Liciknya bandar narkoba, sengaja mendanai kepihak tertentu agar bikin aceh slalu memanas dan ujungnya aparat keamanan terlena yg akhirnya jaringan narkoba ngga terkontrol." tulis akun @m.sahadathw.
"PANTESAN NGOTOT MINTA MERDEKA TERUS...ADA PLANNINGNYA🤦♂️" tulis akun @dibatas_angin ikut menyuarakan pandangan personalnya.
"ada 2 pertanyaa., pak kapolri kan mantan kepala BNN, apakah sebelum ini emang sudah tau dan mau memberantas terkendala sama Kapolri lama,, atau sekedar gebrakan karna awal2 jadi kapolri saja." tulis akun @awan.bom6666.
"Kepala desa aman?? Aparat desa aman??" tulis akun @lastakun88 mempertanyakan fungsi pengawasan dari jajaran pamong praja di tingkat desa.
"mantap pak @suyudiarioseto.official .. sering-sering pak turun kelapangan kek gini...kadang laporan sama realita lapangan emang harus di cek langsung." tulis akun @cekprofileku menutup rentetan opini warga net pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Keberhasilan operasi bersama ini mempertegas pentingnya sinergi antarlembaga serta ketelitian pengecekan lapangan secara berkala guna memutus mata rantai peredaran narkoba transnasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads