Repelita [Jakarta] - Nama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno mendadak viral setelah pengakuan mengejutkan di hadapan massa mahasiswa .
Muhamad Abdimaludin, yang menjabat sebagai Ketua BEM FH UBK, mengakui telah menerima uang sebesar Rp20 juta dari oknum kepolisian .
ADVERTISEMENT
Pengakuan ini disampaikan dalam forum interogasi internal yang digelar mahasiswa UBK pada Senin (22/6) malam dan disiarkan langsung di media sosial .
"Saya ngaku salah dan mohon maaf kepada kalian semua," tutur Abdi di depan forum yang dipenuhi mahasiswa .
"Langkah apa yang akan kamu pertanggungjawabkan untuk balikin nama UBK?" tanya seorang mahasiswa yang hadir dalam forum tersebut .
Abdi menjelaskan bahwa uang tersebut diberikan oleh seorang anggota polisi bernama Aan agar aksi demonstrasi dialihkan dari Istana Negara ke Gedung DPR RI .
Meski dana sudah diterima, rombongan mahasiswa tetap melaksanakan aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, sesuai rencana awal .
"Dari 20 (juta) tersebut saya membagikan kepada dua senior dengan masing-masing 2,5 juta yaitu bang Emon dan bang Saka," papar Abdi saat menguraikan aliran dana .
"Sisanya saya kasih sama Ketua BEM FEB Puji Rp2 juta, Wakil Ketua FEB (Rafi) Rp2 juta, Rp2,5 juta Rafly Wakil Ketua saya," lanjutnya .
"Dan Mubarak dari Fakultas Hukum 2,5 juta. Dan sisanya untuk konsolidasi kemarin dan sisanya masih ada di jok motor saya," tambah Abdi .
Total 15 perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk UBK, sebelumnya diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres pada Senin (15/6) .
Pertemuan tersebut berlangsung setelah rombongan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat .
Di media sosial X, warganet turut menyoroti kasus ini dengan berbagai cuitan bernada kecaman .
Akun @txtdarigen*** menyebut mahasiswa tersebut menerima suap sebesar Rp300 juta dari pertemuan dengan Wapres Gibran .
"Masih ingat mahasiswa yg di ajak gibran masuk ke istana? Ternyata mereka menerima suap pas ketemu gibran sebesar 300 juta," ungkapnya .
"Bayangin banyaknya relawan yg nunggu berjam-jam menunggu hasil rapat mereka dengan wapres, tapi ternyata semuanya udah di setting," lanjut cuitan tersebut .
Akun @Helloween** bahkan menuding pembayaran dilakukan oleh aparat kepolisian dengan cuitan yang sama .
"Ternyata perwakilan BEM UBK kemarin, yang nemuin Gibran dibayar polisi guis, sekali lagi dibayar polisi dan beberapa mahasiswa menuntut dia untuk di 'DO'," tulisnya .
Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menyatakan akan melakukan kroscek mendalam terkait informasi ini .
"Saya enggak ngikutin yang kemarin berita terakhir itu. Nanti saya akan cek lagi ya," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Selasa (23/6) .
Sementara itu, Rektorat UBK melalui Wakil Rektor III Daniel G.H. Panda telah membentuk tim investigasi internal untuk mendalami kasus ini .
Mahasiswa UBK mengajukan delapan tuntutan, termasuk agar pihak-pihak yang terlibat membuat pernyataan terbuka dan mengundurkan diri dari jabatan organisasi . (*)
Editor: 91224 R-ID Elok