Berita, Nasional

Ada Mantan Kapolri Selain Listyo dan Ketum Parpol yang Terlibat Makar! Akan Segera Ditangkap?

Repelita.net

07 November 2026 00:24 WIB • 47 view

Ada Mantan Kapolri Selain Listyo dan Ketum Parpol yang Terlibat Makar! Akan Segera Ditangkap?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap ponsel Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kini memasuki babak baru yang semakin liar.

Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kembali menambah daftar tersangka dengan menetapkan salah satu perwira tinggi yang memiliki peran sangat sentral dalam skandal spionase siber tersebut.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai perluasan jaringan tersangka baru berskala nasional ini diulas secara mendalam melalui tayangan digital terbaru di kanal YouTube Hersubenopoint.

Jurnalis senior Hersubeno Arief memaparkan bahwa figur jenderal yang baru ditangkap tersebut bertindak sebagai pengawas operasi perekaman data sekaligus pemegang otoritas penghapusan jejak siber.

Seluruh instruksi serta tindakan penyusupan data tanpa izin oleh tersangka utama dipastikan harus mendapatkan persetujuan legalitas dari perwira tinggi logistik tersebut terlebih dahulu.

"halo halo apa kabar asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Hersubo Arif senang sekali bisa kembali menjumpai Anda semua selamat datang di" kata Hersubeno Arief membuka ulasan.

"channel Hersu Ben Point badan Reserse Kriminal Mabes Polri baru saja menetapkan satu orang lagi tersangka dalam skandal penyadapan terhadap" lanjut Hersubeno Arief.

"Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh penting lainnya yang dilakukan oleh Dewan Jenderal dan dipimpin oleh mantan Kapol Jenderalistios Sikit Prabowo" ungkap Hersubeno Arief.

"eh peran tersangka baru ini cukup sentral karena jenderal ini menjadi dewan pengawas dalam proses penyadapan maupun penghapusan hasil sadan" tutur Hersubeno Arief.

"ini semua di bawah harus atas seizin dia ini ya dengan begitu ini sudah empat orang jenderal polisi yang menjadi" urai Hersubeno Arief.

"tersangka namun diperkirakan jumlah tersangkanya akan terus bertambah karena Kapolri itu telah membentuk tim khusus untuk mendalami kasus ini seperti" papar Hersubeno Arief.

"dikatakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Polisi Truno Yudo Wisnu Andiko tugas tim tersebut eh untuk melakukan pendalaman termasuk" jabar Hersubeno Arief.

"merespon berbagai informasi yang berkembang di masyarakat nah jika kita mengamati informasi yang berkembang di tengah masyarakat saat ini baik" imbuh Hersubeno Arief.

"yang muncul di media konvensional maupun media sosial ada setidaknya dua informasi yang ee menyebar sangat masif pertama informasi yang" sebut Hersubeno Arief.

"disampaikan oleh mantan Menko Pol Hukam eh Mahfud MD tentang adanya enam orang perwira Polri yang ditangkap di rumah seorang" paparnya.

"mantan Kapolri yang kedua isu adanya seorang ketua umum parpol yang terlibat dalam penyadapan jadi beberapa jam sebelum penangkapan Pak" tutur Hersubeno Arief.

"Ketum ini katanya baru saja melakukan pertemuan dengan para penyadap nah sekarang kita bahas satu persatu ya eh kabar soal" urai Hersubeno Arief.

"adanya enam orang perwira Polri yang terdiri dari perwira tinggi berpangkat Irjen atau Jenderal Bintang 2 dan perwira menengah berpangkat" jelas Hersubeno Arief.

"Kombes atau Komisaris Besar itu diungkap oleh Mahfud MD melalui channel YouTube officialnya Mahfud MD Official hari Rabu 4 November" ungkap Hersubeno Arief.

"2026 ini betul-betul fresh from oven karena pengumuman peristiwa itu kan terjadi pada e tanggal 3 November mas Rizal saya" tambah Hersubeno Arief.

"mendengar ini bukan tadi pagi kemarin pagi saya sudah mendengar karena sebenarnya penangkapan itu sudah dilakukan minggu malam terhadap enam" kata Mahfud MD dalam kutipan rekaman video.

"orang di luar LSP masih ya di luar LSP l masih jenderal yang lain tadi itu ya oke jadi kemarin" keluh Mahfud MD.

"pagi saya sudah dengar tadi malam di rumah seorang mantan Kapolri telah ditangkap tiga ee Irjen dan tiga Konbes di" sebut Mahfud MD.

"rumah seorang mantan Kapoli bukan bukan Pak Listi bukan mantor bukan oke oke oke h itu nanti aja gak usah" tegas Mahfud MD.

"disebut nanti akan muncul sendiri oke di rumah jadi sedang itu ditangkap gitu ee sudah ada nama-namanya waktu itu tapi" urai Mahfud MD.

"kemarin saya diam aja dulu nak me apa namanya tidak mengatakan itu kepada siapapun iya karena saya ingin menunggu pengumum" tutur Mahfud MD.

"apakah ada yang berani ee menyetop penangkapan ini sehingga dianggap tidak ada atau terus nah ternyata terus ee baru tadi" kata Mahfud MD.

"pagi saya mendengar yang baru bahwa sesudah di periksaan pendahuluan itu mereka yang diperiksa dari enam orang itu ya enam" sampaikan Mahfud MD.

"atau lima gitu ya tak ee di di tempat saya tertulis ee lima tapi ada yang nyebut enam dan sebagainya" sebut Mahfud MD.

"itu menyebut bahwa mereka menyadap presiden dan seskap oke heeh ee terus mengaku siapa yang memerintahkan yang memerintahkan itu Kapolri" jelas Mahfud MD.

"katanya maka tengah malam dijemput yang sangat menarik dari bocoran Pak Mahfud MD tadi adalah pertemuan berlangsung di rumah seorang" lanjut Hersubeno Arief.

"mantan Kapolri tapi bukan Listi Sigit kan tadi di akhir itu yang ditanyakan nanti nanti dibahas saja tapi jelas ya" tegas Hersubeno Arief.

"menyatakan bahwa itu bukan di rumah e Listosikit ketika ditanya oleh host-nya ya artinya berarti ada dua mantan Kapolri yang" jabar Hersubeno Arief.

"terlibat dalam penyadapan ini siapa dia apa perannya dan apakah sang mantan Kapolri itu juga akan ditangkap seperti Lisio Sigit" ulas Hersubeno Arief.

"dan lebih menarik lagi apakah juga seperti halnya Listios Sigit Pak ee mantan Kapolri itu sekarang juga mendapat jabatan di" tanya Hersubeno Arief.

"pemerintahan ini kan ee menimbulkan spekulasi yang ee sangat menarik dan menjadi sangat liar informasi spekulasinya ini bagaimana dengan info" keluh Hersubeno Arief.

"yang kedua ya keterlibatan seorang ee ketua umum ee parpol ya informasi mengenai adanya ketua umum partai politik yang bertemu" urai Hersubeno Arief.

"dengan para jenderal polisi pelaku penyadapan pertama kali diungkap oleh Siriardi Budiono ini dari channel eh YouTube obor Rakyat Reborn" sebut Hersubeno Arief.

"hingga saat ini kalau dari pihak kepolisian belum ada eh detailnya tapi eh Budiono Setiardi Budiono ini memberikan informasi detailnya" jabar Hersubeno Arief.

"cukup apa ya cukup sebenarnya bisa membuat orang menduga-duga siapa apa ee Pak Ketua Umum itu nah ee dia memberikan" tutur Hersubeno Arief.

"beberapa petunjuk ya waktu dan lokasi pertemuan ketua Umum Parpol tersebut dikabarkan menggelar rapat koordinasi terakhir bersama belasan jenderal termasuk" ungkap Hersubeno Arief.

"para tersangka di sebuah kawasan di Widya Candra Jakarta widya Candra ini perumahan komplek perumahan menteri loh ya jadi tapi" jelas Hersubeno Arief.

"tidak disebutkan apakah itu di rumahnya Pak Menteri atau e di rumah salah satu menteri kan gitu kalau ini di" duga Hersubeno Arief.

"rumah salah satu menteri dan Pak Menteri itu datang ke situ Pak Ketua Umum datang ke situ berarti wah ini" desak Hersubeno Arief.

"makin ramai dong banyak sekali yang terlibat pertemuan tersebut berlangsung ee sekitar 3 jam sebelum aparat kepolisian bergerak melakukan penangkapan" urai Hersubeno Arief.

"pada Ahad malam 1 November 2026 berdasarkan informasi yang diperoleh host obor rakyat Tribon dari beberapa narasumber yang valid pertemuan" terang Hersubeno Arief.

"di Widya Candra bukan terjadi sekali saja sosok Ketua Umum Parpol itu ee diklaim ee kerap hadir secara berkala dalam" ungkap Hersubeno Arief.

"rapat-rapat koordinasi bersama para jenderal yang terlibat dalam operasi penyadapan sepanjang periode 2025 sampai 2026 jangan-jangan dia ikut mendengarkan gitu" duga Hersubeno Arief.

"ya kemudian ikut menganalisis kadang-kadang wajahnya berkerut kadang-kadang tersenyum dan sebagainya mungkin ini bayangan saya saja kalau memang betul itu" kata Hersubeno Arief.

"terjadi ya siapa ee Pak Ketum itu Setiardi ini meskipun dia mengaku dia mengantongi identitasnya ee namun dia tidak mau" jelas Hersubeno Arief.

"menyebutkan identitas resmi ee nama ketua umum parpol itu kata dia dia tidak mau mendahului petugas kepolisian namun informasi yang" papar Hersubeno Arief.

"beredar menyebutkan jadi dia cuma memberikan clue-lue gitu ee ini adalah salah satu partai politik besar dan dikenal sebagai sosok" sebut Hersubeno Arief.

"yang ee kontroversial disebutnya seperti itu nah menurut Setiardi eh temuan mengenai kehadiran ketua umum parpol dalam rapat koordinasi itu" jabar Hersubeno Arief.

"katanya sudah diketahui oleh tim penyidik ABESP Polri kendati begitu pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi untuk memastikan sejauh mana" tutur Hersubeno Arief.

"andil atau arahan yang diberikan oleh Pak Ketua Umum Pakpol itu dalam operasi pencadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo kalau menyimak" ungkap Hersubeno Arief.

"clue atau kisi-kisi yang disampaikan oleh Setiardi tadi kok kemudian banyak yang mengkaitkan ini dengan ketua umum Partai Golkar Balil" heran Hersubeno Arief.

"Hadalih saya menduga ini mungkin karena disebut kontroversial ya apalagi Bahlil sama seperti halnya Listios Sigi dikenal sebagai orang dekat" duga Hersubeno Arief.

"Joko Widodo dan Bahlil ini kan pernah menyebut Joko Widodo sebagai raja Solo eh dan tentu kita orang masih banyak" ulas Hersubeno Arief.

"mengingat ketika sidang kabinet perdana itu Bakil waktu itu hampir mencium tangannya wakil presiden Gibran Rakab Neraka kemarin waktu itu" kesal Hersubeno Arief.

"ya masih wakil presiden kalau sekarang kan sudah enggak lagi ya karena tidak sah lagi ya namun soal ini eh" tegas Hersubeno Arief.

"secara tidak langsung dibantah oleh Sekjen Partai Golkar Sarmuji sarmoji mengaku bahwa eh dia sudah mendapat informasi tentang target penyadapan" urai Hersubeno Arief.

"yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian itu generalisasi Gate itu dan katanya memang salah satu yang dijadi eh sasaran penyadapan itu" sebut Hersubeno Arief.

"adalah Ketua Umum Partai Golkar Balil Hadalah ya kan enggak mungkin kalau balil lah ada lihat dia jadi sasaran dan" heran Hersubeno Arief.

"kemudian dia ikut rapat-rapat dengan apa dengan para perwira penyadap tadi ya para petinggi poli penyadap tadi ini kan seperti" tamsil Hersubeno Arief.

"jeruk makan jeruk kira-kira begitu ya ya katanya begitu kata Sarmuji eh katanya semua ketua umum paling enggak ada enam" ungkap Hersubeno Arief.

"atau tujuh ketua umum parpol yang disadap kata dia menurut Sarmuji penyadapan yang dilakukan Listio Sigit e dan kawan-kawan telah" sambung Hersubeno Arief.

"melanggar aturan dan hak asasi manusia dia memastikan Partai Golkar akan memberikan respon namun menurut dia semua keputusan tergantung komunikasi" sebut Hersubeno Arief.

"antar fraksi di DPR kita tunggu prosesnya nanti seperti apa kata Asar Mujik sekarang masih reses partai Golkar itu mendorong" jelas Hersubeno Arief.

"agar ee kepolisian untuk mengusut secara tuntas dan terbuka kasus yang menjerat beberapa perpira tinggi Korbayangkara tersebut eh penyadapan ini" kata Hersubeno Arief.

"telah diarahkan kepada Presiden Prabo Subianto sebagai kepala negara dan dia menilai tindakan tersebut sudah termasuk tindakan yang berbahaya dan" nilai Hersubeno Arief.

"menjadi pelanggaran yang sangat berat tapi khusus untuk presiden apapun alasannya apapun alasannya tidak boleh ditoleransi menyadap seorang kepala negara" tegas Hersubeno Arief.

"kata dia hanya saja Sarmuji eh menyatakan bahwa Partai Golkar tidak mau terburu-buru menilai tindakan penyadapan listi CS itu merupakan" ulas Hersubeno Arief.

"tindakan makar benarkah semua informasi tersebut bahwa ada mantan Kapolri selain L Sigate dan ada seorang ketua umum yang terlibat" tanya Hersubeno Arief.

"sejauh ini belum ada konfirmasi dari eh Mabes Polri dalam jumpa pers yang digelar e hari Kamis malam direktur Cber" tutur Hersubeno Arief.

" Bares Krim Mabes Polri eh Brijen Paul Suhermanto menjelaskan baru ada satu tambahan tersangka baru yakni Irjen Pol Slamet Uliandi" ungkap Hersubeno Arief.

"kami penyidik Direktorat Tindakbidina Siber Bares Kimpolri akan menyampaikan perkembangan penyidikan terkait peningkatan status tersangka dengan inisial SU yang sebelumnya" kata Suhermanto dalam rilis kedinasan.

"masih berstatus saksi berdasarkan hasil gelar perkara maka penyidik menyimpulkan bahwa Saudara SU telah terpenuhi unsur perbuatan melawan hukum peran" jelas Suhermanto.

"terasangka SU adalah sebagai dewan pembina dari MC Bares Kim Polri di mana yang bersangkutan pernah menjabat sebagai Kabak MON" sampaikan Suhermanto.

"ataupun Kabak monitoring Barisk Krim dari tahun 2010 sampai tahun 2019 sampai dengan saat ini Kabakm yaitu tersangka eh dan" jabar Suhermanto.

"AS jika akan melaksanakan provisioning ataupun penyadapan harus mendapat izin dari Saudara SU pada awal Oktober 2026 tersangka AS meminta" urai Suhermanto.

"izin untuk melakukan penghapusan hasil penyadapan kepada SU dan tersangka SU mengases melakukan penghapusan terhadap file hasil penyadapan selama ini" ungkap Suhermanto.

"perlu kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian bahwa sampai saat ini jumlah tersangka dalam perkara ini sebanyak 4 orang tiga" info Suhermanto.

"dilakukan penahanan di Mako Brimop untuk tersangka SU saat ini belum bisa kita lakukan penahanan karena dalam kondisi sakit pasca" sesal Suhermanto.

"stroke jumlah saksi yang sudah kami periksa sebanyak 13 dan ahli sebanyak 5 orang terdiri dari ahli ITE 3 orang" rinci Suhermanto.

"dan ahli pidana du orang terhadap tersangka SU dikenakan pasal 332 ayat 1 dan atau ayat 2 ilegal akses ancaman" papar Suhermanto.

"bidana 6 tahun dan pasal 258 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana 10 tahun" sebut Suhermanto.

"penjara dan pasal 32 ayat 1 Undang Undang-undang ITE Penghapusan Sistem Elektronik Penghapusan Sistem Informasi elektronik dengan ancaman pidana 8" urai Suhermanto.

"tahun dan junto pasal 20 huruf C KUHP pada kesempatan ini kami juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa di media sosial" tutup Suhermanto.

"banyak beredar informasi yang belum tentu benar maka kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum" harap Suhermanto.

"tentu benar informasi informasinya sementara Karopen Mas Polri Brigen Truno Yudo Wisnu Andiko meskipun tidak mau menjawab pertanyaan wartawan namun" sambung Hersubeno Arief.

"dia mengisyaratkan semua informasi masyarakat itu akan didalami oleh tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri bapak Kapolri telah mencermati mengikuti" kata Truno Yudo.

"dan mendengarkan berbagai isu dan perkembangannya terkait dengan informasi yang menjadi perhatian publik sebagai bentuk respon proaktif dan keseriusan institusi" sebut Truno Yudo.

"maka pimpinan Polri dalam hal ini Kapolri telah membentuk tim secara khusus dalam merespon informasi dan isu-isu tersebut untuk melakukan" papar Truno Yudo.

"pendalaman yang langsung dipimpin oleh Bapak Kabar Eskrim kemudian yang kedua proses pendalaman yang dilakukan oleh tim khusus ini tentunya" jelas Truno Yudo.

"akan membutuhkan waktu dan tahapan yang harus dilaksanakan secara cermat profesional serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku polri berkomitmen" tutur Truno Yudo.

"memastikan setiap proses berjalan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan nantinya rekan-rekan media semua hasil kerja tim akan disampaikan kepada publik" janji Truno Yudo.

"secara transparan dan akuntabel sesuai dengan perkembangan proses penanganan perkara ini makin penasaran kan siapa mantan Kapolis lain Listiosiki dan" lanjut Hersubeno Arief.

"siapa Pak Ketum e kontroversial yang terlibat dalam penyadapan dan benarkah infonya infonya itu cukup valid kalau infonya Pak Mfot" tanya Hersubeno Arief.

"MD saya kira ee itu bisa kalat kalau kita mempertanyakannya ya tapi kalau info yang lain saya kira masih perlu" nilai Hersubeno Arief.

"diverifikasi saya sendiri itu banyak yang apa yang menjapri saya untuk mempertanyakan itu itu saya kira yang bisa saya katakan" aku Hersubeno Arief.

"karena saya juga ini kan tadi em banyak mendapat pertanyaan itu ya kita bersabar dulu ee tapi dipastikan informasi dan" harap Hersubeno Arief.

"konfirmasinya menurut saya ini akan segera terjawab apalagi tadi baik kenmas dan e direktur cyber e bar es krim politri" duga Hersubeno Arief.

"tadi kan tidak membantah tapi juga tidak membenarkan saya arif sampai jumpa lagi wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" tutup Hersubeno Arief mengakhiri analisisnya.

Langkah berani institusi Korps Bhayangkara saat ini diharapkan mampu membersihkan sistem pertahanan siber Ring 1 kepresidenan dari ancaman sabotase faksi internal yang tidak loyal.(\*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung