Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Oknum Dosen UIN Walisongo Semarang Diduga Lecehkan Mahasiswi Lewat Pesan WhatsApp

Repelita.net

09 May 2026 13:52 WIB • 905 view

[VIRAL] Oknum Dosen UIN Walisongo Semarang Diduga Lecehkan Mahasiswi Lewat Pesan WhatsApp
Foto: Istimewa

Repelita Semarang - Aroma skandal asusila kini tengah menyeruak di lingkungan universitas Islam negeri tersebut menyusul beredarnya rekaman percakapan digital yang dinilai sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik.

Kegaduhan di ruang publik ini bermula dari unggahan sebuah akun media sosial yang berani mengungkap tabir gelap perilaku menyimpang seorang pengajar terhadap sejumlah mahasiswi yang menjadi anak didiknya selama ini.

ADVERTISEMENT

Melalui kanal Instagram @pesan_uinws terungkap adanya keresahan yang sangat mendalam dari para korban hingga memunculkan narasi desakan agar pihak birokrasi kampus segera melakukan tindakan nyata secara hukum dan etik.

Dalam salah satu kiriman tersebut sang pengelola akun secara eksplisit menyuarakan kegelisahan massa dengan mencuitkan Ki bapak bergitar kok suwi-suwi meresahkan to, tulung ditindaklanjut bolo. Sudah banyak korban yang speak up melalui dm mimin sebagai bentuk protes terbuka.

Bukti yang dipaparkan ke hadapan publik mencakup tangkapan layar komunikasi melalui aplikasi pesan singkat yang secara gamblang mengarah pada permintaan konten visual pribadi serta bahasa yang bermuatan pelecehan secara seksual.

Merespons gelombang kemarahan mahasiswa yang semakin masif pihak institusi pendidikan tinggi tersebut segera mengaktifkan instrumen investigasi guna mencari fakta kebenaran atas tuduhan serius yang sedang berkembang di masyarakat luas.

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Nur Hasyim memberikan pernyataan resmi bahwa seluruh jajarannya saat ini sedang bekerja secara mendalam guna menyusun rangkaian peristiwa yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait prosedur penanganan perkara beliau memberikan penjelasan bahwa "Fokus kami pengumpulan bukti dan saksi untuk menyusun kronologi yang kuat sebelum melangkah ke pemeriksaan terlapor" demi menjaga integritas dari hasil penyelidikan tersebut.

Meskipun tekanan publik agar oknum tersebut segera dijatuhi hukuman sangat kuat namun pihak universitas tetap berkomitmen untuk menjalankan proses pemeriksaan sesuai dengan kaidah profesionalisme yang berlaku secara sah di tanah air.

Guna memudahkan proses pencarian kebenaran pihak Pusat Studi Gender dan Anak juga turut membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang memiliki bukti tambahan maupun kesaksian terkait tindakan asusila dosen tersebut.

Ketua lembaga tersebut Kurnia Muhajarah memberikan jaminan penuh mengenai perlindungan identitas bagi para pelapor agar tidak mendapatkan intimidasi dalam bentuk apa pun selama mereka menempuh pendidikan di dalam lingkungan kampus.

Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa "Kami berpihak 100 persen pada korban. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya dan kami pastikan posisi akademik mahasiswa aman" hingga proses hukum benar-benar tuntas.

Kini segenap sivitas akademika serta masyarakat luas sedang menantikan langkah tegas dan sanksi administratif yang akan diberikan oleh pihak rektorat terhadap oknum dosen yang diduga telah mencoreng marwah institusi pendidikan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung