Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Momen Presiden Prabowo Subianto Berjalan di Kawasan KCIC Padalarang Sepi Sambutan Warga

Repelita.net

30 October 2026 23:22 WIB • 117 view

[VIRAL] Momen Presiden Prabowo Subianto Berjalan di Kawasan KCIC Padalarang Sepi Sambutan Warga
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah rekaman video mengenai momen kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto yang berjalan melintasi area ruang publik tanpa adanya kerumunan massa warga sipil mendadak viral di berbagai platform digital.

ADVERTISEMENT

Dokumentasi visual mengenai pelintasan kepala negara tersebut diunggah secara terbuka melalui narasi media sosial oleh akun personal Threads pada hari Jumat, 30 Oktober 2026.

Melalui ulasan informasinya, akun itu menyoroti fenomena minimnya respons publik yang berbanding terbalik dengan kebiasaan protokoler penyambutan pejabat negara pada waktu-waktu terdahulu.

"Presiden Lewat di Depan Rakyat, Tapi Kok Nggak Ada yang Nyamperin? Video yang beredar di Threads memperlihatkan momen Prabowo Subianto berjalan di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan KCIC Padalarang. Namun, berbeda dari momen-momen presiden sebelumnya, suasana justru terlihat biasa saja. Tak tampak kerumunan warga yang berebut salim atau meminta foto. #voxnetizens," tulis akun @voxnetizens.

Unggahan bermuatan kritik sosial tersebut langsung memicu banjir komentar warganet, termasuk nota keberatan personal yang dilayangkan oleh akun Threads @prabantrip.

Di dalam kolom interaksi digital, netizen tersebut menuliskan penilaiannya secara utuh, "Wajar gak dihormati, orang dia juga gak menghormati rakyat indonesia."

Sikap antipati serupa disampaikan oleh pengguna akun @yeni.bercerita yang menilai minimnya antusiasme warga di lapangan sebagai bentuk fenomena sosiologis baru dengan menyebut, "Ya Allah baru ini aku liat presiden ga ada harganya depan rakyat 😅😅😅🤣🤣🤣🤣."

Di sisi lain, reaksi komentar tertulis dari akun @udacko mendorong adanya dekonstruksi kultur dalam memandang kedudukan fungsional seorang pemimpin administrasi ketatanegaraan.

Netizen tersebut berpendapat bahwa jajaran aparatur eksekutif seharusnya diposisikan secara proporsional sebagai pelayan masyarakat sipil dan bukan sebagai komoditas figur selebritas perkotaan.

"Kita harus bikin culture baru, jangan sebut pejabat tapi sebut Public servant dan ga boleh dikerubutin kaya artis," sebut akun @udacko merinci gagasan pembaharuan kulturnya.

Pandangan operasional itu disepakati oleh akun @rizki.bayu.m yang memberikan penegasan berkala mengenai hakikat dari proses pemilihan umum ketatanegaraan dengan menyatakan, "Bener, mereka itu pelayan masyarakat.... Pemilihan pejabat = pemilihan pelayan masyarakat."

Sementara itu, pengguna akun Threads @bual.keca menyiratkan bahwa keaslian rekam jejak dinamika kerja di lingkungan birokrasi istana kini kian terbuka di hadapan khalayak luas dengan berujar, "Gue kira selama ini cuma gosip doang, eh ternyata emang se-problematik itu ya aslinya" (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung