Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Meski Diterpa Seruan Boikot Raffi Ahmad, RANS Carnival di Sleman Diserbu Ribuan Warga karena Semuanya Gratis?

Repelita.net

02 November 2026 21:32 WIB • 87 view

[VIRAL]  Meski Diterpa Seruan Boikot Raffi Ahmad, RANS Carnival di Sleman Diserbu Ribuan Warga karena Semuanya Gratis?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pagelaran RANS Carnival yang dilangsungkan di kawasan Parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, tetap dipadati pengunjung pada hari kedua pelaksanaan.

Agenda hiburan rakyat tersebut berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, di tengah terpaan gelombang seruan boikot yang dialamatkan kepada Raffi Ahmad.

ADVERTISEMENT

Bahkan, suasana di area festival justru terpancar jauh lebih ramai dan padat dibandingkan dengan hari pertama penyelenggaraan acara.

Masyarakat tampak antusias berdatangan untuk menikmati berbagai hiburan panggung, ragam wahana permainan, hingga fasilitas makanan gratis dari penyelenggara.

Sejumlah kelompok musisi ternama seperti Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho sebelumnya telah memutuskan untuk mundur sebagai pengisi acara.

Namun, pengunduran diri para penampil tersebut terbukti tidak menyurutkan animo publik untuk tetap mendatangi lokasi festival.

Konsentrasi massa terlihat menyebar di berbagai titik area, termasuk panggung hiburan sisi selatan serta deretan wahana permainan anak seperti bianglala dan kora-kora.

Keramaian serupa juga terlihat memadati tenda-tenda kuliner serta lapak para pedagang kaki lima yang ikut berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Salah seorang pengunjung asal Purwomartani, Ina, mengaku sengaja datang bersama rombongan tetangga guna memanfaatkan berbagai fasilitas cuma-cuma yang disediakan.

Ya serunya banyak hiburan, banyak hadiah-hadiah, UMKM gratis, jajan gratis. Makanan semua gratis, mainan gratis, semuanya gratis, ungkap Ina saat ditemui di lokasi acara pada Minggu, 1 November 2026 malam.

Ia datang bersama anak serta sekitar sepuluh orang tetangganya sejak pukul 17.00 WIB sore dan berhasil membawa pulang mainan bagi anaknya.

Ketika disinggung mengenai polemik serta seruan boikot yang ramai beredar di dunia maya, Ina mengaku tidak ingin ambil pusing.

Enggak ikut-ikutan (soal boikot). Yang terbaik aja lah, ujarnya singkat saat memberikan tanggapan kepada awak media.

Pengunjung lainnya bernama Aulia yang berasal dari Malangrejo, Wedomartani, turut menyampaikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan festival tersebut.

Datang bersama saudaranya selepas waktu Isya, ia menilai acara yang menghadirkan hiburan rakyat itu memberikan manfaat rekreasi bagi keluarga.

Ya, bagus sih. Anak-anak pada suka ya. Ini bisa membantu juga karena event-nya juga gratis kan, tutur Aulia menjelaskan.

Terkait gelombang protes yang terjadi di tengah masyarakat, Aulia memandang perbedaan pandangan sebagai hal yang wajar dalam ruang publik.

Ia memilih fokus menikmati hiburan yang tersedia tanpa harus larut dalam perdebatan maupun polemik yang sedang berkembang.

Kalau aku sih gimana ya, namanya masyarakat bersuara ya itu ada kewajarannya, karena kan mereka memang dengan negara yang (kondisinya) seperti ini mungkin mereka juga mikirnya yang tidak baik, hal yang tidak baik. Tapi ya kita kan enggak tahu gimana ke depannya juga. Kita ya (datang) buat senang-senang ajalah ini, enggak usah dibikin pusing, bikin masalah yang lain, karena kan ini juga buat kita juga toh, hiburan masyarakat buat bareng-bareng. Kita kan cuma senang-senang sudah dikasih gratis, ungkap Aulia.

Adapun gelombang boikot terhadap Raffi Ahmad bermula dari kehadirannya dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Kehadiran figur publik yang juga mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni tersebut memicu kritik tajam.

Kontroversi kian melebar usai munculnya pengakuan peserta yang menyatakan menerima bayaran serta mengenakan jaket almamater kampus meski bukan mahasiswa.

Menanggapi situasi yang terjadi, pihak manajemen Rans Carnival melalui akun media sosial resmi @ranscarnivalofficial mengeluarkan pernyataan tertulis.

Penyelenggara menegaskan bahwa pihaknya memahami segala bentuk perhatian serta kekhawatiran yang disampaikan oleh publik belakangan ini.

Manajemen memastikan bahwa agenda tersebut sejak awal murni dirancang untuk memberikan hiburan gratis sekaligus ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM lokal.

Kami memahami perhatian dan kekhawatiran yang muncul terkait situasi belakangan ini. Situasi yang terjadi tentunya merupakan hal yang tidak pernah kami harapkan. Sejak awal, RANS Carnival hadir dengan tujuan memberikan hiburan gratis kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi musisi, kreator, dan pelaku UMKM untuk ikut terlibat, tulis manajemen dalam keterangannya.

Pihak penyelenggara tetap berupaya melanjutkan kegiatan dengan konsep yang lebih sederhana demi menjaga kelangsungan ekonomi para pelaku usaha kecil dan pekerja seni.

Harapan kami sederhana, RANS Carnival dapat terus menjadi hiburan yang bisa dinikmati masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi banyak pihak untuk tumbuh dan berkarya bersama, lanjut pernyataan resmi tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung