Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Isi Doa Kemerdekaan Berisi Pujian Penguasa dan Statistik Panas Dikritik Warganet Karena Murni Absen Empati Bencana

Repelita.net

18 August 2026 20:10 WIB • 506 view

[VIRAL] Isi Doa Kemerdekaan Berisi Pujian Penguasa dan Statistik Panas Dikritik Warganet Karena Murni Absen Empati Bencana
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pelaksanaan doa kebangsaan dalam peringatan kemerdekaan belum lama ini menuai sorotan tajam dari masyarakat lantaran dinilai lebih sarat akan pujian terhadap penguasa serta pemaparan angka statistik pemerintah.

Publik secara luas mempertanyakan hilangnya substansi permohonan spiritual untuk berbagai krisis nyata dan rentetan tragedi yang saat ini sedang melanda berbagai wilayah di tanah air.

ADVERTISEMENT

Kritik tajam tersebut mengemuka secara masif di jejaring sosial setelah salah seorang pengguna membongkar kejanggalan isi doa yang dibacakan secara resmi pada acara kenegaraan itu.

Pada tanggal unggahan 17 Agustus 2026, akun arfzulfikar

menyampaikan kekritisannya secara terbuka, "Ini beneran “doa kemerdekaan” isinya pujian ke penguasa ditambah laporan angka statistik? Kenapa ada beberapa poin yg ga didoakan? - Doa utk korban bencana alam? - Doa utk korban keracunan makanan? - Doa utk dijauhkan dari krisis ekonomi? - Doa utk menjaga lisan?!"

Berbagai tanggapan bernada sinis turut disuarakan oleh kalangan warganet lainnya yang mengaitkan muatan doa tersebut sekadar sebagai upaya menyenangkan hati pimpinan tertinggi.

Melalui kolom balasan yang tersedia di jejaring sosial, akun alvintheoriza

merespons situasi tersebut dengan kalimat menohok, "Berdoa Agar Asal Bapak Senang, Bukan Berdasarkan Realita. Plengernya Bukan Main Bang."

Sindiran sarkastis mengenai dugaan adanya campur tangan pihak tertentu dalam proses penyusunan teks doa kenegaraan itu juga dilontarkan oleh masyarakat yang merasa kecewa.

Lewat tanggapannya di platform digital yang sama, akun hiroshiken7

menuliskan asumsinya, "doa ini yang akhirnya lolos revisi oleh bunda tedi"

Perbandingan empati dengan acara peringatan serupa di tingkat daerah turut diungkapkan oleh warganet guna memperlihatkan betapa kontrasnya kepedulian sosial antara pusat dan daerah.

Keheranan atas hilangnya rasa kemanusiaan pada pejabat pusat itu disampaikan oleh akun restid__

melalui unggahannya, "sementara itu di Yogyakarta, mereka mendoakan warga NTT sampai Sumatra gak cukup 1-2 kalimat.."

Fenomena hilangnya empati sosial dalam narasi doa kemerdekaan di istana ini terus memicu gelombang kekecewaan dari rakyat yang mendambakan kepedulian tulus untuk para korban bencana alam.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads
View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung