Repelita [Jakarta] - Bencana guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 dengan kedalaman 10 kilometer mengguncang wilayah Ende Nusa Tenggara Timur pada 17 Agustus 2026.
Dampak dari peristiwa alam tersebut memicu kerusakan fisik infrastruktur pada jalur utama yang mengarah ke kawasan PLTU Ropa.
ADVERTISEMENT
Kondisi terkini kerusakan fasilitas jalan tersebut terekam melalui rekaman video berdurasi 50 detik yang diunggah oleh akun X independensumatera
pada 17 Agustus 2026 independensumatera
"Akses ini bukan sekedar jalan desa, melainkan urat nadi transportasi kawasan industri PLTU Roa sekaligus akses mobilitas harian pemukiman warga setempat," tulisna.
Tayangan video memperlihatkan retakan celah tanah yang cukup memprihatinkan akibat pergeseran struktur tanah pascagempa.
Situasi tersebut memicu kecemasan publik lantaran berpotensi mengganggu kelancaran pasokan energi serta aktivitas lalu lalang warga setempat.
Pembangkit listrik PLTU Ropa sendiri memegang peranan penting dalam menyuplai kebutuhan daya ke sejumlah wilayah di Pulau Flores.
Cakupan distribusi energi dari fasilitas tersebut meliputi wilayah Kabupaten Ende sampai menuju Kabupaten Sikka atau Maumere. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok