Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial sekaligus praktisi kesehatan Dokter Tifa menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait kondisi fisik mantan Presiden Joko Widodo yang dinilai tengah mengalami gangguan kesehatan serius pada 11 Mei 2026.
Melalui unggahan di akun pribadinya, ia memperingatkan tentang risiko penggunaan obat-obatan jangka panjang yang dapat memicu kerusakan organ vital jika tidak segera ditangani dengan metode medis yang tepat dan akurat.
ADVERTISEMENT
Dokter Tifa memberikan saran secara terbuka melalui akun @DokterTifa dengan menuliskan "Saya sarankan kepada Pak Jokowi: Fokus pada pengobatan Autoimunnya. Kalau mengandalkan injeksi Steroid terus-menerus, sangat berbahaya bagi ginjal karena akan bikin ginjal rusak permanen. Saya rasa, sayalah satu-satunya orang yang betul-betul peduli dengan kondisi kesehatan pak Jokowi. Keluarga, Termul, Pengacara mana ada pedulinya, kalau tiba-tiba ginjal Pak Jokowi mengalami Chronic Renal Failure. Karena terlalu banyak injeksi Steroid. Saya perhatikan sekarang kondisi sedang flare up. Kambuh. Kasihan. Sakit dan nyeri sebadan-badan itu. Gatal luarbiasa tak tertahankan."
Pernyataan tersebut langsung memancing reaksi keras serta beragam spekulasi dari warganet yang terus memantau dinamika kesehatan serta isu hukum yang melingkari figur mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Seorang pengguna akun @Hadi_NHuda memberikan testimoni visual mengenai perubahan fisik yang tampak pada tubuh Jokowi belakangan ini sebagai indikasi adanya serangan penyakit autoimun yang cukup parah.
Melalui komentarnya, akun @Hadi_NHuda menyampaikan pengamatan pribadinya dengan menuliskan "iya, sekarang kondisi pak Jokowi sangat buruk karena sebadan badan nya udh penuh bercak merah tanda auto imun, seperti nya pak Jokowi ini punya biduran yang agak ekstrim, semoga cepat sembuh dan bisa menjalankan aktifitas terutama menyelesaikan kasus ijazah beliau dengan benar"
Di sisi lain, perdebatan mengenai keabsahan latar belakang pendidikan mantan penguasa tersebut kembali memanas seiring dengan kondisi kesehatannya yang dianggap publik sedang mengalami penurunan cukup signifikan.
Akun @kamehadian mengaitkan penderitaan fisik tersebut dengan perjuangan mempertahankan status hukum ijazah yang hingga kini masih menjadi polemik besar di tengah masyarakat luas melalui sebuah cuitan sindiran.
Dalam unggahannya, akun @kamehadian menuliskan kutipan asli yakni "Demi selembar ijazah palsu yg kt org tak berarti tp anehnya dia bela mati²an agar tdk terbongkar dg menahan derita sakit Kesian.... ternyata si jekmul lbh disibukkan mempertahankan ijazahnya drpd kekuasaannya yg mulai pudar Karma... bs jd dia tumbang krn hal sepele😁 Fufufafa bocah kosong pentium 3."
Sentimen negatif juga terus mengalir dari netizen yang merasa kecewa terhadap gaya kepemimpinan di masa lalu, bahkan beberapa di antaranya memberikan komentar yang sangat tajam terkait kondisi medis yang sedang dibahas.
Akun @Shofia_Labora menyampaikan pendapatnya yang cukup provokatif di kolom komentar dengan menuliskan secara lugas yakni "Menurut saya biarin aja Bu kalaupun dia mati akibat injeksi steroid. Lebih cepat lebih baik. Sesuai dng cuitan fufufafa.🤣🤣🤣"
Fenomena ini menunjukkan betapa dalamnya keterbelahan publik dalam menyikapi kondisi pribadi seorang tokoh negara, di mana masalah kesehatan sering kali berkelindan dengan isu politik dan tuntutan hukum yang belum tuntas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Saya sarankan kepada Pak Jokowi:
— Dokter Tifa (@DokterTifa) May 10, 2026
Fokus pada pengobatan Autoimunnya.
Kalau mengandalkan injeksi Steroid terus-menerus, sangat berbahaya bagi ginjal karena akan bikin ginjal rusak permanen.
Saya rasa, sayalah satu-satunya orang yang betul-betul peduli dengan kondisi kesehatan… pic.twitter.com/8aoxEQcZOI